Jika Prosedur BAP Cacat, Dakwaan juga Cacat?. Aufa:  Seharusnya Kedua Saksi Laporkan Archenius Napitupulu

Pekanbaru, wahanaindonews.com – 
Jika keterangam saksi di persidangan bertentangan dengan keterangan saksi ketika di periksa Penyidik sebagaimana tertuang dalam BAP. Hal itu mengindikasikan ada sesuatu yang tidak prosedural dalam penanganan kasus tersebut. Demikian disampaikan Noor Aufa salah seorang Tim Penasehat Hukum terdakwa Maryani kepada wahanaindonews.com, Selasa (21/12/2021) .

Selanjutnya Aufa mengatakan, bahwa ketika JPU menghadirkan Pormian Simanungkalit dipersidangan sebagai saksi atas Perkara Tindak Pidana yang menimpa Terdakwa Maryani, Saksi Pormian dengan jelas memgatakan bahwa saksi Pormian hanya tanda tangani BAP dan saksi juga beranggapan bahwa polisi seolah-olah dengan sengaja telah menyusun sendiri BAP tersebut.

“Dari keterangan saksi terlihat bagaimana BAP dari penyidik Bareskrim diakui oleh saksi dihadapan persidangan bahwa saksi hanya tandatangan dan bisa saja itu polisi yang buatnya”, ujar Aufa.

Lebih lanjut Aufa mengatakan jika proses BAP telah menyalahi prosedur dan tergolong cacat, maka pennyusunan suatu dakwaan oleh JPU  yang memgacu kepada BAP tersebut juga tergolong cacat juga.

“Hal ini menunjukkan bagaimana proses BAP telah menyalahi prosedur, padahal BAP menjadi dasar bagi penyusunan suatu dakwaan. Apabila BAP cacat, maka akan menjadikan dakwaannya cacat juga”, ujar Aufa.

Saksi Harus Laporkan Arche
Sementara, ketika wahanainfonews.com  bertanya tentang bagaimana tanggapan Aufa M Noor terkait dengan keterangan dan pernyataan saksi Darto Jonson M Siagian dan Agus Yanto M Pardede di persidangan PN Pekanbaru, Senin (20/12/2021) yang mengatakan bahwa Archenius Napitupulu – lah yang mengenalkan dan menawrkan tentang investasi Fikasa Group dan selanjutnya tergiur untuk berinvestasi?. Bukan dari Terdakwa Maryani?.

Dengan tegas Aufa mengatakan, setelah  mendengar keterangan Saksi Darto Jonson M Siagian dan saksi Agus Yanto M Pardede dipersidangan tersebut, kedua saksi ini seharusnya melaporkan Archenius Napitupulu. Karena kedua saksi berinvestasi di Fikasa Group atas prnawaran dan bujuk rayu dari Archenius Napittupulu dan tidak ada berhubungan sama sekali dengan Maryani.

“Ya Bang… seharusnya kedua saksi ini melaporkan Archeriua Napitupulu karena berdasarkan keterangan kedua saksi ini yang membujuk rayu mereka adalah Archerius Napitupulu dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Maryani”,  ungkap Aufa.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Darto Jonson M Siagian dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa dirinya mengetahui informasi seputar investasi berupa promissory note di Fikasa Group adalah dari Arcehenius Napitupulu.

Setelah Darto mendapat penjelasan seputar investasi di Fikasa Group dari Archenius Napitupulu, Darto kemudian mengisi Blanko yang disodorkan Arche. Dan selanjutnya Archenius Napitupulu memberikan blanko yang sudah diisi tersebut kepada terdakwa Maryani. Dan selanjutnya Darto menyetorkan sejumlah Rp 2 milliar, dan terbitlah promissory note atas nama Darto Jonson M Siagian.

Darto Jonson M Siagian dalam kesaksiannya mengatakan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Maryani. Dan masalah investasi berupa promissory note tersebut semua diurus Archenius Napitupulu. Dan masalah berapa bunga yang akan diterima atas investasi tersebut juga diketahuinya dari Archenius Napitupulu.

“Saya mengetahui dan mendapatkan penjelasan adanya investasi promissory note itu dari bapak Arche,  berapa bunga yang diterima juga diketahuinya dari Archenius, bukan dari Maryani” ujar Darto kepada Tim Penasehat Hukum Maryani.

Senada dengan kesaksian Darto, Agus Yanto M Pardede dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa dirinya mengetahui seputar investasi Fikasa Group juga dari Archenius Napitupulu. Dan selanjutnya mengisi Blanko yang diberikan Archenius Napitupilu untuk di isi, dan selanjutnya menyerahkan blanko tersebut kepada Arche.

Dipersidangan, saksi Agus Yanto M Pardede mengatakan pernah melihat dan bertemu Terdakwa Maryani, namun dirinya mengaku tidak pernah berbicara secara langsung tentang investasi dan promissory note Fikasa Group dari Terdakwa.

“Mengenal Maryani karena pernah ketemu Maryani, saat itu ketika Maryani mau menemui Archenius Napitupulu, namun Maryani tidak berbicara tentang Promissory Note kepada dirinya” ujar Agus kepada Dahlan Ketua Majelis Hakim dalam kesaksiannya.

Ketika Aura M Noor salah satu dari Tim Penasehat Hukum Terdakwa Maryani bertanya kepada saksi Darto Jonson M Siagian dan Agus Yanto M Pardede, dari mana para  saksi mendapatkan informasi investasi tersebut?. Dengan jelas, Saksi Darto dan Saksi Agus mengatakan dari Archenius Napitupulu.

” Saya mengetahui seputar investasi Fikasa Group itu dari bapak Arche” ujar masing-masing saksi ketika ditanya bergiliran.

Tanggapan Maryani
Maryani Tanggapi Keterangan Saksi
Terdajwa Maryani mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memprospek Meli Novrianti,  Darto Johnson M Siagian dan Agus Yanto M Siagian. Yang memprospek ketika saksi tersebut adalah Archenius Napitupulu.

” Saya tidak pernah memprospek mereka tentang investasi Fikasa Group. Yang prospek mereka adalah bapak Archenius Napitupulu”, ujar Maryani.

Kemudian ujar Maryani lagi, bahwa dirinya tidak menampik pernyataan Meli Novrianti yang mengatakan sering ketemu dengan dirinya. Sementara terhadap saksi Darto dan Agus, Terdakwa Maryani mengatakan tidak mengenalnya.

” Saya sering ketemu Meli, tapi tidak pernah mempropeknya, dan saya juga tidak kenal dengan Darto dan Agus”, ujar Maryani

( jun p )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *