oleh

Sidang PHI Buruh vs PT Padasa. Hakim Anjurkan Berdamai, Sebelum Keluar Putusan

Pekanbaru, wahanaindonews.com –
Sidang lanjutan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dengan Nomor Perkara 55/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pbr, antara ratusan buruh korban PHK PT Padasa Enam Utama kembali di gelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (22/09/2021).

Pantauan wahanaindonews.com, di persidangan, Penggugat “RiLeyHosa” Kuasa Hukum Buruh terlebih dahulu menyampaikan keluhan dan kejadian yang menimpa ratusan buruh kepada majelis hakim. Dan memohon kepada majelis Hakim, agar semua kejadian yang menimpa buruh sepekan yang lalu itu, turut dilampirkan sebagai bukti tambahan dalam nota kesimpulannya.

Karena, ujar Rian “RiLeyHosa” MB Pasaribu, kepada Majelis Hakim, bahwa bukti tambahsn itu berisikan semua kejadian sepekan terakhir yang dialami buruh dan keluarganya. Dan ada 102 orang anak-anak buruh, saat jni telah dititipkan di Dinas Sosial Propinsi Riau yang dijemput Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau bersama Pihak Danlanud Nurdin Nurdjadin Pekanbaru, karena merasa trauma, melihat kejadian penganiayaan yang dialami orang tuanya.

Sementara, Kuasa Hukum Tergugat pada sidang sebelumnya telah menyampaikan materi yang sama.

Setelah Majelis hakim yang dipimpin Estiono itu menerima materi kesimpulan dari RiLey HoSa, setelah berdiskusi sesama hakim, hakim pun kemudian memberi pandangan kepada kedua belah pihak.

Hakim dalam anjurannya menyampaikan, sebelum Majelis hakim membacakan hasil putusan Sidang dua pekan ke depan, pintu damai masih terbuka bagi masing-masing pihak ( Penggugat dan Tergugat, red) untuk saling berkomunikasi. Karena menurut Majelis, Berdamai itu sangat indah, asal masing-masing pihak dapat saling menerima jalan damai tersebut.

Sebab, ujar Majelis lagi, jika Majelis Hakim nantinya sudah membacakan putusan atas hasil persidangan, pasti ada yang diuntungkan dan yang dirugikan.

“Majelis akan membacakan putusan sidang dua pekan lagi. Jadi, silahkan masing-masing pihak menjalin komunikasi dulu. Selagi ada waktu untuk mediasi dan Berdamai. Apakah Tergugat yang menghubungi terlebih dahulu Penggugat atau Penggugat yang menghubungi Tergugat. Terserah. Karena Berdamai itu sangat indah. Sebab jika Hakim nantinya telah membacaka putusan, pasti ada pihak yang untung dan yang rugi”, ujar Estiono, Ketua Majelis Hakim dalam anjurannya.

Usai majelis hakim, menyampaikan anjurannya, sidang pun kemudian ditutup hakim dengan mengetuk palu tiga kali.

Aulia: “PT Padasa Belum Ada Niat Damai”

Usai sidang, wahanaindonews.com kemudian menemui Muhammad Aulia Y Guzasiah salah seorang dari kuasa hukum dari PT Padasa dan memohon tanggapannya atas anjuran dari Majelis Hakim. Dengan singkat Aulia mengatakan bahwa pihak Kliennya (PT Padasa Enam Utama, red) belum ada niat untuk menghubungi lebih dahulu penggugat dan membicarakan anjuran berdamai dari Majelis Hakim. Entahlah, jika Pihak Penggugat yang lebih dulu menghubungi Tergugat, Aulia mengatakan tidak tahu.

“Yang saya tahu, Tergugat belum ada niat menghubungi Penggugat terkait anjuran hakim untuk berdamai. Entahlah nantinya jika Penggugat yang lebih dulu menghubungi Tergugat, saya tidak tahu”, ujar Aulia.

Rian: “Rasa Terzolimi itu, Sangat Terasa”

Sementara, Kuasa Hukum Buruh RiLey HoSa dalam keterangan persnya mengatakan, Anjutan berdamai dari Majelis Hakim itu sangat bagus.

Namun ujar Rian “RiLey HoSa” MB Pasaribu, yang turut didampingi Norma Sari Simangunsong dan Hoa Sun itu mengatakan Sangat berat rasanya melakukan itu. Rasa terzolimi itu sangat terasa dihati ratusan buruh ini. Buruh dan keluarganya merasa tersakiti. Bahkan kepedihan itu sangat terlihat jelas, dimana para buruh harus berjauhan dengan anak-anaknya.

Ada 102 orang anak buruh saat ini yang telah dijemput pihak Komite Nasional Perlindungan Anak Propinsi Riau bersama Pihak Danlanud Nurdin Nurdjadin Pekanbaru, untuk mendapatkan perlindungan. Dan Mereka saat ini telah dititipkan dan diurus oleh Pemerintah melalui Dinas Sosial Propinsi Riau. ( jupe )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed