oleh

Usir Paksa Buruh PT Padasa. Komnas Perlindungaan Anak dan TNI – AU Evakuasi Anak-anak

Pekanbaru, wahanaindonews.com – Paska usir paksa dengan kekerasan di rumah dinas karyawan PT Padasa Enam Utama, ratusan anak-anak dan ibu rumah tangga para buruh korban PHK Sepihak itu dievakuasi oleh Komite Nasional Perlindungan Anak Republik Indonesia (Komnas PA RI ) Propinsi Riau. Hal itu dilakukan Komnas PA Propinsi Riau, Jumat (17-09/2021).

Pantauan langsung www.wahanaindonews.com, Jumat (17/09/2021), di areal kebun Koto Kampar, PT Padasa Enam Utama, Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, ratusan anak-anak dan ibu rumah tangga para buruh tersebut dievakuasi Komnas PA Propinsi Riau dengan didampingi TNI – AU, KNPI dan Tim RiLey HoSa, Kuasa Hukum Buruh.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Propinsi Riau, Dewi Arisanti mengatakan, tujuan Komnas PA Riau melakukan evakuasi adalah untuk melindungi para anak-anak buruh.

Dewi kawatir, jangan sampai akibat kekerasan yang dialami orang tuanya saat diusir paksa keluar dari rumah dinas karyawan PT Padasa mempengaruhi kejiwaan dari anak-anak tersebut. Makanya Komnas PA Propinsi Riau menjemput anak-anak buruh untuk mendapatkan perlindungan sementara waktu, sambil menunggu kejelasan hak dari orang tua buruh yang sedang berjalan saat ini.

“Kita hadir disini untuk mengevakuasi dan melindungi anak-anak buruh dan sekaligus menjemputn anak-anak, sambil menunggu selesai urusan orang tuanya yang sedang bergulir di persidangan”, ungkap Dewi.

Dewi mengatakan, anak – anak yang dijemput itu, akan dititipkan di Pekanbaru untuk diurus pemerintah.

Dan kehadiran Komnas PA Riau di lokasi kebun PT Padasa Enam Utama, semuanya berhubungan permasalahan anak-anak. Dan tidak berhubungan dengan permasalahan buruh dengan PT.

” Komnas PA hadir disini, berhubungan dengan masalah anak-anak, tidak ada hubungan dengan masalah buruh dengan PT, ujar Dewi.

Pantauan wahanaindonews.com, pengevakuasian anak-anak itu, Komnas PA Riau dibantu Danlanud TNI AU Rusmin Nurjadin dengan adanya 1 buah truk milik TNI – AU lengkap dengan personil yang dipimpin seorang Kapten. Dan KNPI Kabupaten Kampar.

Sementara, Norma Sari “RiLey HoSa” Simangunsong kepada www.wahanaindonews.com, Jumat (17/09/2021), mengatakan dan menyampaikan keluhan dari buruh. Katanya, saat terjadi aksi pengusiran paksa dengan kekerasan dari pihak PT Padasa Enam Utama. Anak-anak itu melihat langsung tindakan kekerasan yang dilakukan pihak Satpam suruhan PT.

“Kita kasihan sama anak-anak dari para buruh tersebut. Mulai dari sekolahnya yang sudah mulai amburadul, karena tidak dapat belajar dengan tenang. Ditambah dengan tempat tinggal yang diambrak-abrik pihak PT. Makanya kita menyampaikan keluhan buruh ini ke Komnas PA Riau, ujar Sari.

Sari, sangat menyayangkan aksi usir paksa Peusahaan. Hak ratusan buruh belum dipenuhi dan sidang PHI di PN Pekanbaru masih berlangsung, PT Padasa sudah tidak sabar untuk mengisongkan rumah dinas Karyawannya.

“PT Padasa Enam Utama dengan “tangan besi” sengaja mengusir paksa buruh dari rumah dinas karyawan dengan menggunakan jasa pihak ketiga”, ujar Sari.

Lebih lanjut Sari mengatakan bahwa PT Padasa Enam Utama telah dengan sengaja menggunakan tenaga Pam Swakarsa yang bernaung dibawah Perusahaan PT Satria Komodo Indonesia ( SAKOI ) untuk mengusir paksa buruh keluar dari rumah dinas perusahaan.

Polres Kampar Cuek.

Namun sayang, ketika kerusuhan itu terjadi, tidak satu orang pun aparat kepolisian yang datang untuk menangani dan melakukan pengamanan dilapangan, meskipun kejadian itu berlangsung hampir sehari penuh.

Sehari setelah kejadian kekerasan itu terjadi, barulah pihak Polres Kampar turun ke lapangan. Itupun tidak lama. Hanya sekitar satu jam, Pihak Polres sudah pulang dari TKP.

Ketika kejadian ini dikonfirmasi ke pihak Polres Kampar melalui WA Kamis (16/09/2021), Kapolres Kampar AKBP Ridho Rolly Maruli Parsaoran Purba, meski terlihat tanda bahwa pesan tersebut telah dibaca ( ada contreng biru,red ) hingga berita tayang belum ada tanggapan. Begitu juga dengan Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Berry J Putra, pesan WA terlihat sampai, namun belum terlihat tanda bahwa pesan tersebut dibaca. (Jupe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed