oleh

Terkait Sertifikat Pengganti SHM 069. Diduga Palsukan Surat dan Menipu, Zulkifli Lapor ke Polres Kampar

Pekanbaru, wahanaindonews.com – Tidak terima terbit Sertifikat Pengganti SHM, padahal SHM yang asli tidak pernah hilang. Zulkifli pun melaporkan tindak pidana tersebut ke Polres Kampar. Demikian disampaikan Sapala Sibarani Kuasa Hukum Zulfan kepada www.wahanaindonews.com, Sabtu (25/09/2021) di Pekanbaru.

Sibarani mengatakan, kejadian adanya dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan Penipuan ini mencuat, berawal dari adanya penerimaan warisan dari orang tua mereka, H Muhammad dan Hajjah Khairun. Ada 7 orang bersaudara sebagai penerima warisan, antara lain Mukhlis, Tamzil, Yesterliza, Zulkifli, Lismawati, Zulfan dan Zulhendri.

Sebelumnya, sejarah pembagian lahan warisan almarhum H Muhammad dengan Hajjah Khairun ini dan munculnya perbuatan melawan hukum dalam pemilikan lahan SHM 069 ini sudah diberitakan www.wahanaindonews.com, ( Judul berita : Perbuatan Melanggar Hukum. SHM Tak Hilang, Terbit SHM Pengganti, Ada Apa?, red )

Katanya, Zulkifli abang kandung Zulfan, tidak terima adanya sikap rakus dan perlakuan tidak benar Tamzil kepada Zulfan. Tanah warisan peninggalan orang tua mereka telah dibagi dengan adil.

Lebih lanjut Sibarani mengatakan, tindakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tamzil dan yang membeli lahan warisan Zulfan ( Dasril, red ) sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bangkinang. Dan dalam waktu dekat, Hakim akan membacakan putusannya.

Dan Perbuatan Melawan Hukum ini telah bergulir di Pengadilan Bangkinang. Banyak kejanggalan dan ada dugaan tindak pidana yang terjadi dalam proses penerbitan Sertifikat Pengganti SHM 069, yang seolah olah dilaporkan hilang oleh Tamzil.

Padahal Sertifikat asli SHM 069 itu sendiri masih ada dan tersimpan dengan aman. Dan keberadaan SHM 069 yang asli pun diketahui Tamzil berada di tangan Zulfan.

Anehnya, ujar Sibarani lagi, aparat pemerintah Desa Silam, wilayah desa letak lahan SHM 069 itu berada, diduga telah turut serta memuluskan aksi pemalsuan surat dan Penipuan itu terjadi. Dan adanya ketidak hati-hatian pihak Terkait yang menerbitkan Sertifikat Pengganti SHM 069.

Banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi sehubungan dengan penerbitan Sertifikat Pengganti SHM Nomor 069 ini. Sebagai contoh ujar Sibarani, Kepala Desa yang menerbitkan surat keterangan.

Menurut foto dan data informasi yang diterima Sibarani, Kepala Desa tahun 2009, saat dimana terbitnya Surat Keterangan Hilang, Kepala Desa yang menjabat bukanlah Drs Aklis lagi ( Kades Silam 2001-2003 dan 2003 s/d 2008 dan 2017 s/d sekarang, red ). Pada tahun 2009 itu yang menjabat Kepala Desa adalah Sukani. Sekitar 5 bulan menjabat, Sukani kemudian lengser karena terbukti menggunakan izajah palsu. Setelah Sukani lengser kemudian digantikan oleh Edi Pratomo (Camat saat itu,red) mulai dari tahun 2009 – 2011. 2011 kemudia terpilih dan dilantiklah Kepala Desa yang Devenitif Gusrizal.

Sibarani mengatakan, semua masa jabatan Kades Silam Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar itu terpangpang dengan jelas di Kantor Desa Silam.

Kemudian ujar Sibarani lagi, kejanggalan lainnya sehubungan dengan penerbitan Sertifikat Pengganti SHM itu, harus ada dokumen-dokumen lainnya yang harus dipenuhi sebagaimana diatur pada Pasal 57 Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Yang sangat fatal atas kejadian Pemalsuan Surat dan Penipuan yang dilaporkan oleh Zulkipli itu ujar Sibarani, dari mana munculnya surat hilang SHM Nomor 069 ini. Sementara SHM Nomor 069 ini dan asli keluaran BPN masih ada dalam kondisi utuh.  Dalam hal ini, Penyidik seharusnya lebih mudah dan gampang untuk mengusutnya.

“Kita lihat dulu, bagaimana langkah penyidik di Polres Kampar itu, apakah berjalan profesional atau tidak” ujar Sapala Sibarani dengan tegas. ( jupe )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed