oleh

Perbuatan Melanggar Hukum. SHM Tak Hilang, Terbit SHM Pengganti, Ada Apa ?

Pekanbaru, wahanaindonews.com – Awalnya Zulfan merasa senang dan bahagia, karena telah mendapatkan sebidanag lahan sebagai warisan dari orang tua yang disayanginya. Namun kebahagian itu, terluka akibat ulah dari saudaranya sendiri.

Zulfan warga Desa Silam Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar Riau ini, kepada www.wahanaindonews.com, Sabtu (25/09/2021) menceritakan bahwa orang tuanya ( H Muhammad dan Hajjah Khairun, red ) memiliki 7 orang anak. Yakni Mukhlis, Tamzil, Yesterliza, Zulkifli, Lismawati, Zulfan dan Zulhendri. Dan dirinya (Zulfan,red) adalah anak ke enam dari tujuh bersaudara buah pernikahan orang tuanya.

Katanya, orang tua mereka (H Muhammad dan Hajjah Khairun,red ) memiliki harta warisan berupa lahan di Pasir Pangaraian ( Kabupaten Rohul, red ) dan lahan di Desa Silam dengan luas sekitar 80.000 meter persegi.

Lahan yang ada di Pasir Pangaraian diwariskan kepada Mukhlis sendiri, karena kebetulan Mukhlis bekerja dan tinggal disana. Sementara lahan warisan yang ada di Desa Silam dibagi untuk yang enam orang.

Lahan di Desa Silam dengan luasnya sekitar 8 hektar. Alas hak Surat tanahnya ada 4 (empat) buah. Ada 2 buah surat yang sudah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan 2 buah Surat Tanah yang dikeluarkan Pemerintah Desa/Camat.

Lahan yang sudah beralas hak SHM terbit atas nama Lismawati dan Tamzil. Sementara yang Surat Tanah desa terbit atas nama kedua orang tuanya ( H Muhammad dan Hajjah Khairun, red ).

Zulfan menceriterakan, ketika orang tuanya ( H Muhammad,red ) masih hidup. Sekitar 4000 meter persegi dari Lahan SHM atas nama Lismawati itu telah dijual. Sisanya 10.000 m2 diwariskan kepada Zulkifli dan 6000 m2 kepada Zulfan. Sementara di SHM nomor 069 (atas nama Tamzil,red) ada 7000 m2 lagi hak warisan milik Zulfan dan sisanya milik Tamzil.

Zulfan mengaku, bahwa untuk anak laki-laki yang ada di Desa Silam ( Tidak ikut Muklis,red ) masing-masing mendapatkan Hak waris berupa lahan seluas 13.000 m2. Tamzil saat itu memohon agar hak warisan lahan untuknya dilebihkan sedikit, dengan alasan untuk diberikan kepada anak angkatnya. Namun Zulfan dan Zulkifli kabarnya tidak menanggapinya.

Pembagian warisan itu semua diketahui oleh ahli waris dari H Muhammad dan Hajjah Khairun serta pihak Desa. Dan untuk pemecahan hak agar sesuai dengan nama masing- masing ahli waris, tergantung situasi dan kondisi ekonomi masing-masing juga.

Dulu ujar Zulfan lagi, ketika dirinya menanyakan tentang bagaimana tentang pemecahan surat tanah atas hak warisannya yang 7000 m2 itu kepada abangnya yang bernama Tamzil. Tamzil terlihat seolah ogah untuk melayani Zulfan. Untunglah abangnya ( Zulkifli, red ) ikut membantu dan Zulkifli meminta SHM 069 dari Tamzil. Dan selanjutnya Zulkifli menyerahkan SHM 069 atas nama Tamzil itu kepada Zulfan untuk dipecah suratnya.

Terjadi PMH dan Tindak Pidana.

Selanjutnya Zulfan mengatakan, hingga sekitar bulan Desember 2018 lalu karena kondisi ekonomi Zulfan yang kurang menguntungkan, Hak warisan dengan luas 7000 m2 di SHM Nomor 069 ( atas nama Tamzil, red ) itu belum dapat di pecahnya.

Masalah kemudian muncul, setelah Tamzil dengan seenaknya mendatangkan alat berat untuk mengolah lahan anak angkatnya. Zulfan tidak terima dan menghalanginya. Karena lahan yang akan diolah itu adalah lahan warisan miliknya.

Kemudian ujar Zulfan, pada tanggal 28 Maret 2020 sekitar pukul 09.00 wib, terjadi ukur mengukur di lahan warisan milik Zulfan oleh Tamzil. Zulfan kemudian melarang abangnya yang bernama Tamzil itu. Tamzil pun tidak terima, kemudian melakukan penganiayaan kepada Zulfan. Dan Zulfan pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dan terbukti dipersidangan bahwa Tamzil bersalah dan dipenjara akibat tindak pidana yang dilakukannya.

Usai kejadian Penganiayaan tersebut, muncul masalah baru. Yakni lahan warisan milik Zulfan itu, telah diperjual-belikan Tamzil kepada Dafril sekitar bulan Agustus 2020 dengan bermodalkan alas hak lahan Sertifikat Pengganti, dengan alasan bahwa SHM 069 telah hilang.

Dafril pun kemudian mendatangkan dan memasukkan alat berat untuk bekerja di ke lahan milik Zulfan, dengan alasan bahwa Dafril telah membeli lahan itu dari Tamzil. Secara spontan Zulfan pun melarangnya. Karena lahan warisan itu adalah miliknya.

Namun Dafril pun kemudian menunjukan jual beli dirinya dengan Tamzil yang memiliki Sertifikat Pengganti SHM Nomor 069. Dan SHM Pengganti itu telah dipecah ke SHM Nomor 672 dan 673 pada tanggal 09 Februari 2020 lalu.

Mendapat informasi dan kejadian seperti ini, Zulfan pun tidak terima dan merasa telah dirugikan. Dan selanjutnya menggugat Tamzil dan Dafril yang diduga telah melakukan Perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Bangkinang.

Ada Tindak Pidana ?

Sapala Sibarani, SH Kuasa Hukum Zulfan, kepada wahanaindonews.com Sabtu (25/09/2021) di Pekanbaru mengatakan bahwa kliennya ( Zulfan, red ), mendapatkan warisan dari orang tuanya. Namun warisan berupa lahan itu, alas haknya terbit masih atas nama saudara kandungnya, Tamzil. Lahan milik Zulfan seluas 7000 m2 di SHM Nomor 069 itu belum sempat di pecah dan dibalik namakan kliennya. Dan SHM Nomor 069 atas Tamzil itu sendiri tidak pernah hilang dan masih di pegang oleh Zulfan, serta hal itu juga diketahui saudara lainnya.

Untuk menguasai seluruh lahan sebagaimana disebutkan di SHM Nomor 069 ini, Tergugat I ( Tamzil, red ) diduga telah dengan sengaja melaporkan seolah-olah SHM 069 itu hilang dan selanjutnya Tergugat I mengurus penerbitan Surat Sertifikat Pengganti untuk SHM 069.

Dengan terbitnya Sertufikat Pengganti SHM 069, Tergugat I kemudian dengan merasa tidak melanggar hukum menjualnya kepada pihak ketiga yakni Dasril ( Tergugat II, red ).

Sibarani mengatakan, Persidangan tentang adanya dugaan Perbuahan melanggar hukum itu, sudah berjalan di Pengadilan Negeri Bangkinang dengan Perkara 11/Pdt.G/2021/PN Bkn tertanggal, 26 Feb. 2021. Dan dalam beberapa minggu ini, Majelis Hakim akan membacaka putusannya.

Sibarani berharap pihak Majelis Hakim, yang memimpin sidang dugaan Perbuatan Melawan hukum ini dapat memberikan putusan yang adil dan benar dan mengabulkan permohonan Penggugat ( Zulfan, red ) serta memutuskan bahwa pihak Tergugat I dan Tergugat II serta Turut Tergugat itu memang bersalah. ( Jupe )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed