Kasus Arche cs Tertipu Rp 84,9 Miliar?. Hakim Perintah JPU Lanjutkan Perkara

Pekanbaru, wahanaindonews.com – Sidang Perkara Kasus Tindak Pidana Penipuan yang dialami Archenius Napitupulu dkk dengan modus investasi di Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali di gelar Senin (13/12/2021).

Pantauan wahanaindonews.com, Persidangan langsung dipimpin Ketua PN Pekanbaru Dr Dahlan yang didampingi dua hakim anggota Tonny Manik dan Estiono dengan agenda pembacaan putusan sela dari Majelis Hakim.

Dalam putusan sela, Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar melanjutkan pemeriksaan perkara terdakwa Maryani.

Dengan adanya perintah Majelis kepada JPU untuk melanjutkan pemeriksaan, berarti semua keberatan terdakwa yang dibacakan Penasehat Hukum dalam eksepsi sebelumnya dimentahkan dan ditolak.

“Keberatan penasehat hukum terdakwa Maryani tidak diterima dan memerintahkan jaksa penuntut umum agar melanjutkan perkara 1169/Pid.Sus/2021/PN.PBR dengan terdakwa Maryani,” ucap Dahlan.

Sama halnya dengan keberatan yang disampaikan empat orang terdakwa Pimpinan Fikasa Group, Bhaki Salim, Agung Salim, Elli Salim dan Christian Salim, juga ditolak majelis hakim dan memerintahkan JPU agar melanjutkan perkara 1170/Pid.Sus/2021/PN.PBR.

“Keberatan penasehat hukum terdakwa Maryani tidak diterima dan memerintahkan penuntut umum agar melanjutkan perkara 1170/Pid.Sus/2021/PN.PBR dengan nama terdakwa Bhakti Salim, Elly Salim dan Christian Salim,” kata Dahlan.

Majelis: Gabung atau Pisah ?
Sementara untuk pelaksanaan sidang selanjutnya, 20 November 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dahlan bertanya kepada JPU dan Penasehat Hukum Terdakwa Bhakti Salim cs. Apakah sidang dipisah atau disatukan?.

JPU Rendi Panalosa mengatakan tidak masalah disatukan pemeriksaan saksi yang dihadirkannya. Dan JPU memohon kepada Majelis Hakim agar sidang dilangsungkan pagi hari. Dengan alasan banyak saksi yang akan dihadirkan dan penanganan perkara agar lebih cepat selesai.

Menanggapi permohonan JPU tersebut, Dahlan mengatakan tidak masalah sidang dilaksanakan pagi hari, dengan catatan asal tidak berbenturan dengan agenda Dahlan selaku Ketua PN Pekanbaru nantinya.

Dan selanjutnya Dahlan menanyakan Penasehat Hukum Terdakwa Bhakti Salim cs, menanggapi permohonan JPU.

Tim Penasehat Hukum Terdakwa Bhakti Salim cs, mengatakan agar agenda sidang berikutnya tetap berlangsung siang hari. Dan pemeriksaan saksi dari JPU dilaksanakan terpisah juga. Dengan alasan bahwa Tim Penasehat Hukum Terdakwa Bhakti Salim cs tersebut tidak dapat hadir pagi hari, karena tinggal dan berdomisili di Jakarta.

Mendengar jawaban Penasehat Hukum Terdakwa Bhakti Salim cs tersebut, Majelis kemudian memutuskan pemeriksaan saksi dari JPU dilaksanakan terpisah dan sidang perkara dengan terdakwa Maryani dapat dilaksanakan pagi hari, sementara untuk perkara terdakwa Bhakti Salim cs tetap dilaksanakan siang hari.

” Sidang berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU dilaksanakan terpisah, untuk kasus terdakwa Maryani bisa pagi hari dan perkara Bhakti cs tetap di siang hari”, ujar Dahlan menutup sidang.

Daftar Korban

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, kasus ini mencuat berawal dari adanya laporan Arhenius Napitupulu dkk ke Mabes Polri yang melaporkan PT Tiara Global Propertindo (TGP) dan PT Wahana Bersama Nusantara (WBN) bagian dari Fikasa Group tentang dugaan tindak pidana penipuan, dengan kerugian Rp 84, 9 miliar. Kemudian Mabes Polri dan Kejaksaan Agung menindak lanjutnya, dan akhirnya melimpahkan kasus tersebut ke Kejari Pekanbaru.

Ketika sidang agenda pembacaan dakwaan kepada terdakwa Maryani dan keluarga Salim dkk digelar, terungkap bahwa perusahaan yang tergabung dalam Fikasa Grup menerbitkan promissory note kepada Archenius Napitupulu dkk, yang berisi nominal penempatan, bunga keuntungan dan tanggal jatuh tempo yang ditandagani Bhakti Salim selaku Dirut PT. WBN dan Dirut PT. TGP, Agung Salim Komisaris Utama PT WBN, Elly Salim selaku Direktur PT. WBN dan Komisaris PT. TGP dan Christian Salim selaku Direktur TGP dan juga nasabah yang menempatkan dana.

Berikut rincian nasabah yang menempatkan dananya ke Wahana Bersama Nusanta dan PT Tiara Global Propertindo, Archenius Napitupulu sebesar Rp 20.391.000.000,-, Pormian Simanungkalit sebesar Rp 17.000.000.000,-, Meli Novriyanti sebesar Rp10.000.000.000,-, Oki Yunus Gea sebesar Rp 2.000.000.000,-, P. Lumbantoruan sebesar Rp2.000.000.000,-, Darto Jonson M. Siagian sebesar Rp2.000.000.000., Agus Yanto M Pardede sebesar Rp 22.250.000.000,-, Timbul S. Pardede sebesar Rp2.000.000.000,-, Elida S. Siagian sebesar Rp5.275.000.000., Natalia Napitupulu sebesar Rp 2.000.000.000,

( Jun P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *