oleh

Perkara “Investasi Bodong” Fikasa Group, Keluarga Arche Napitupulu Bersaksi

Pekanbaru, wahanaindonews.com Perkara Kasus Tindak Pidana Penipuan yang dialami Archenius Napitupulu dkk dengan modus investasi di sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali digelar, Senin (20/12/2021).

Pantauan wahanaindonews.com, Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Pekanbaru Dr Dahlan yang didampingi dua hakim anggota Tonny Manik dan Estiono dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam Sidang Perkara Nomor 1169/Pid.Sus/2021/PN.PBR dengan terdakwa Maryani, JPU Lastarida Sitanggang cs menghadirkan 5 orang saksi. Antara lain Archenius Napitupulu, Pormian Simanungkalit istri Archenius Napitupulu, Meli Novrianti putri pasangan Archenius Napitupulu dan Pormian Simanungkalit, Darto Jonson M. Siagian dan Agus Yanto M Pardede.

Archenius dalam kesaksiannya mengatakan, bahwa dirinya telah berinvestasi sebanyak Rp 20.391.000.000,- dimulai sejak tahun 2016 hingga 2019.

Archenius Napitupulu juga menyebut bahwa dirinya sudah lama kenal dengan terdakwa Maryani, yakni sejak Maryani bekerja disalah satu Bank di Pekanbaru, hingga Maryani bekerja di Fikasa Group. Dan Arche juga menyebutkan, agenda pertemuan dengan Maryani terjadi di Rumah Archenius, di kantor dan rumah terdakwa Maryani.

Selanjutnya Archenius menyebut bahwa dirinya tertarik berinvestasi di Fikasa Group berdasarkan penawaran langsung dari terdakwa Maryani yang menyebut tentang jasa atau bunga uang sekitar 6 – 12 persen pertahun yang akan diterima Archenius Napitupulu jika berinvestasi di Fikasa Group. Tertarik dengan penawaran tersebut, Archenius kemudian menempatkan dananya ke PT Wahana Bahana Nusantara yang tergabung di Fikasa Grup itu sebesar Rp 20 391.000 000,-.

Disebutkan, bahwa Arche selama berinvestasi di Fikasa Group ada menerima bunga uang. Menjelang akhir tahun 2019, bunga uang tersebut tidak terima lagi. Dan selanjutnya tahun 2020 Archenius Napitupulu meminta uang pokoknya dikembalikan. Namun Fikasa Group belum mengembalikannya, sehingga bergulirlah kasus investasi itu ke pengadilan.

Disebutkan, sudah berulangkali Archenius Napitupulu menanyakan tentang pengembalian uang tersebut kepada Maryani. Namun terdakwa Maryani selalu mengatakan tunggu uang Agung Salim datang dari luar negeri.

“Dari awal dirinya menempatkan dananya sejak 2016 hingga 2019, baru bunga diterima. Sedangkan, uang pokoknya sampai saat ini belum dikembalikan. Sejak 2020, saya terus menanyakan ke Maryani, agar uang saya dikembalikan. Kata Maryani, menunggu uang Pak Agung datang dari luar negeri,” ujar Archenius.

Kemudian, saksi Pormian Simanungkait, dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa Pormian telah menempatkan dana investasi sebesar Rp17 miliar sejak tahun 2016 hingga tahun Desemner 2019.

Dan Pormian Simanungkalit dalam kesaksiannya menyebutkan tidak jauh beda dengan keterangan yang diberikan Saksi Archenius Napitupulj.

Pormian pun sampai meneteskan air mata dihadapan Majelis Hakim terhadap permasalahan uangnya yang belum dikembalikan pihak perusahaan Fikasa Grup, bahkan Pormian mengaku sampai sakit akibat uangnya yang belum kembali. Padahal, katanya uang tersebut adalah uang yang dikumpulkan sejak berumah tangga.

“Saya sakit memikirkan ini Yang Mulia. Saya ingin uang saya dikembalikan. Itu uang saya kumpulkan selama saya berumah tangga,” kata Pormian terisak-isak.

Investasi, Pormian Dulu Nyusul Arche

Menurut informasi dan data yang dimiliki wahanaindonews.com, ada yang aneh dalam perkara tindak pidana ini, karena berdasarkan sidang perdana Senin tanggal 22 November 2021 lalu, JPU dalam dakwaannya jelas menyebutkan bahwa Pormian Simanungkalit pada tanggal 28 September 2016 dengan Nomor Promissory Note 2551/PN/WBN/IX/2016 telah menginvestasikan dana sebesar Rp 500.000.000,- . Artinya, Pormian Simanungkalit-lah yang pertama sekali masuk menjadi peserta investasi di Fikasa group dari Keluarga Archenius Napitupulu.

Dan selanjutnya pada tanggal 14 Oktober 2016, barulah Archenius Napitupulu sendiri berinvestasi perdana senilai Rp 5 milliar dan Pormian Simanungkalit kemudian menambah Rp 1 milliar lagi investasinya. Hingga jumlah investasi alias kerugian masing masing saksi  sebagaimana disebutkan para saksi.

Sementara Saksi Meli Novriyanti menyebutkan bahwa dirinya telah berinvestasi tahun 2017 sebesar Rp10 miliar, dan Darto Jonson Manaek Siagian pada tahun 2018 investasi senilai  Rp 2 milliar dan Agus Yanto M Pardede sejak bulan Desember 2017 hingga bulan Mei 2019 telah berinvestasi  dengan jumlah senilai  Rp 22.250.000.000,-.

( jun p )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed