oleh

Sidang  “Investasi Bodong” Fikasa Group. Darto dan Agus : Investasi Atas Tawaran Archenius Napitupulu

Pekanbaru, wahanaindonews.com –  Terkesan aneh, meski tak kenal Terdakwa, 2 (Dua) orang saksi korban mau berinvestasi hingga puluhan miliar di Fikasa Group.  Mereka berinvestasi atas penjelasan dan tawaran  langsung dari Archenius Napitupulu bukan dari Terdakwa. Dan ketika macet realisasi keuntungan atas investasi tersebut, kedua saksi justru tidak melaporkan yang menawarkan invesrasi.

Hal itu terdengar dalam kesaksian kedua saksi yang dihadirkan JPU dalam Perkara Kasus Tindak Pidana Penipuan yang dialami Archenius Napitupulu dkk di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang  digelar, Senin (20/12/2021).

Dari.5 (Lima) keterangan saksi yang hadir, 2 (Dua) keterangan saksi yang juga jadi korban tersebut,  tidak kenal dengan baik dengan terdakwa Maryani. Bahkan kedua saksi ini, mengaku tidak pernah  berbicara langsung tentang Investasi Fikasa Group dengan Terdakwa Maryani.

Pantauan wahanaindonews.com, dipersidangan, Darto Jonson M Siagian dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa dirinya mengetahui informasi seputar investasi berupa promissory note di Fikasa Group adalah dari Arcehenius Napitupulu.

Setelah Darto mendapat penjelasan seputar investasi di Fikasa Group dari Archenius Napitupulu, Darto kemudian mengisi Blanko yang disodorkan Arche. Dan selanjutnya Archenius Napitupulu memberikan blanko yang sudah diisi tersebut kepada terdakwa Maryani. Dan selanjutnya Darto menyetorkan sejumlah Rp 2 milliar, dan terbitlah promissory note atas nama Darto Jonson M Siagian.

Darto Jonson M Siagian dalam kesaksiannya mengatakan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Maryani. Dan masalah investasi berupa promissory note tersebut semua diurus Archenius Napitupulu. Dan masalah berapa bunga yang akan diterima atas investasi tersebut juga diketahuinya dari Archenius Napitupulu.

“Saya mengetahui dan mendapatkan penjelasan adanya investasi promissory note itu dari bapak Arche,  berapa bunga yang diterima juga diketahuinya dari Archenius, bukan dari Maryani” ujar Darto kepada Tim Penasehat Hukum Maryani.

Senada dengan kesaksian Darto, Agus Yanto M Pardede dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa dirinya mengetahui seputar investasi Fikasa Group juga dari Archenius Napitupulu. Dan selanjutnya mengisi Blanko yang diberikan Archenius Napitupilu untuk di isi, dan selanjutnya menyerahkan blanko tersebut kepada Arche.

Dipersidangan, saksi Agus Yanto M Pardede mengatakan pernah melihat dan bertemu Terdakwa Maryani, namun dirinya mengaku tidak pernah berbicara secara langsung tentang investasi dan promissory note Fikasa Group dari Terdakwa.

“Mengenal Maryani karena pernah ketemu Maryani, saat itu ketika Maryani mau menemui Archenius Napitupulu, namun Maryani tidak berbicara tentang Promissory Note kepada dirinya” ujar Agus kepada Dahlan Ketua Majelis Hakim dalam kesaksiannya.

Ketika Noor Aufa salah satu dari Tim Penasehat Hukum Terdakwa Maryani bertanya kepada saksi Darto Jonson M Siagian dan Agus Yanto M Pardede, dari mana para  saksi mendapatkan informasi investasi tersebut?. Dengan jelas, Saksi Darto dan Saksi Agus mengatakan dari Archenius Napitupulu.

” Saya mengetahui seputar investasi Fikasa Group itu dari bapak Arche” ujar masing-masing saksi ketika ditanya bergiliran.

Tanggapan Maryani
Maryani Tanggapi Keterangan Saksi
Terdajwa Maryani mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memprospek Meli Novrianti,  Darto Johnson M Siagian dan Agus Yanto M Siagian. Yang memprospek ketika saksi tersebut adalah Archenius Napitupulu.

” Saya tidak pernah memprospek mereka tentang investasi Fikasa Group. Yang prospek mereka adalah bapak Archenius Napitupulu”, ujar Maryani.

Kemudian ujar Maryani lagi, bahwa dirinya tidak menampik pernyataan Meli Novrianti yang mengatakan sering ketemu dengan dirinya. Sementara terhadap saksi Darto dan Agus, Terdakwa Maryani mengatakan tidak mengenalnya.

” Saya sering ketemu Meli, tapi tidak pernah mempropeknya, dan saya juga tidak kenal dengan Darto dan Agus”, ujar Maryani

( jun p )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed