Sidang Dugaan Korupsi Proyek Duri – Sei Pakning, Pengakuan Terdakwa Amril Sangat Membantu KPK

oleh -77 views

Pekanbaru, WahanaIndoNews.Com – Sidang korupsi proyek Jalan Duri-Sei Pakning dengan terdakwa mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (13/08/2020). Menariknya disaat persidangan berlangsung, para Jaksa KPK dan Majelis Hakim sangat kesulitan mengorek keterangan dari saksi, karena saksi terkesan berbelit-belit beri kesaksian, Terdakwa Amril Mukminin, justru sangat membantu pihak KPK dan Majelis.

Pantauan www.wahanaindoiews.com ada tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa KPK dipersidangan, yakni Triyanto pegawai PT CGA, Azrul Nor Manurung alias Asrul (ajudan Terdakwa), Ichsan Suaidi Pemilik PT CGA yang berlangsung daring tersebut.

Khususnya, keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa KPK yang bernama Ichsan Suaidi Pemilik PT CGA. Dipersidangan Ichsan berulang kali di ingatkan oleh Majelis Hakim, agar tidak berbelit-belit memberi kesaksian.

Ketika Saksi Ichsan ditanya Jaksa KPK berapa kali bertemu langsung dengan Terdakwa, Saksi menjawab dari dua kali Agenda pertemuan, hanya satu kaliyang ketemu. Yakni di Kedai “Kopi Tiam” di Pekanbaru satu kali. Sedangkan agenda pertemuan di Starbucks Coffee mall Plaza Indonesia Jakarta, Saksi mengaku tidak bertemu dengan Terdakwa Amril. Saksi Ichsan mengaku hanya bertemu dengan ajudan Terdakwa.

Dan ketika Jaksa kembali bertanya Apa yang dibicarakan dalam pertemuan di Pekanbaru. Saksi Ichsan awalnya mengatakan hanya berkenalan dan silaturahmi. Sementara ketika disinggung apakah ada hubungannya dengan proyek ?, Saksi kemudian terkesan berbelit-belit memberi keterangan walaupun akhirnya Saksi mengiyakan.

Kemudian, ketika Jaksa KPK bertanya tentang Apa agenda pertemuan kedua di Starbucks Coffee mall Plaza Indonesia Jakarta, Saksi Ichsan saksi kembali mengaku mengaku tidak ada dan Saksi Ichsan mengaku hanya bertemu dengan ajudan Terdakwa Amril.

Sementara, ketika Jaksa KPK bertanya apakah ada memberi sesuatu di pertemuan kedua yang di Starbucks Coffee mall Plaza Indonesia Jakarta ?, Saksi mengaku tidak ada. Namun setelah dibacakan BAP Saksi Ichsan, Saksi masih mengelak tidak ada memberikan sesuatu. Justru Saksi bercerita yang dialaminya, usai pertemuan waktu itu, dimana malamnya saksi Ichsan mengaku sudah kena OTT dan ditahan oleh KPK.

Sementara, ketika Majelis Hakim bertanya kepada Saksi Ichsan, saksi terus dan terkesan berbelit-belit, bahkan Majelis Hakim pun berulang kali mengingatkan Saksi Ichsan.

Kemudian, ketika Jaksa KPK bertanya pengetahuan saksi tentang bukti-bukti yang dimiliki KPK kepada saksi Ichsan, apakah mengetahui (sambil memperlihatkan, red) rincian pengeluaran aliran dana yang diterima PT CGA, Saksi Ichsan, terkesan berbelit belit menjawabnya.

Atas desakan pertanyaan KPK kepada saksi Ichsan, tentang mengetahui atau tidaknya tentang rincian pengeluaran aliran dana yang diterima PT CGA itu, Patar Parasian SH MH, salah seorang dari Tim Penasehat Hukum Terdakwa Amril Mukminin protes hingga dua kali kepada Majelis Hakim.

Patar menganggap, Jaksa KPK telah memaksakan kehendaknya dan terkesan menggiring kesaksian saksi Ichsan untuk mengucapkan keinginan Jaksa KPK oleh saksi Ichsan.

Namun, majelis hakim menganggap pertanyaan Jaksa KPK itu tidak masalah. Karena Majelis hakim menganggap, Pertanyaan Jaksa KPK kepada saksi Ichsan hanya sebatas mengetahui atau tidak mengetahui.

Majelis Hakim pun kemudian mengingatkan saksi Ichsan agar tegas mengatakan apakah mengetahui atau tidak atas bukti yang ditunjukkan oleh Jaksa KPK.

Usai mendengar keterangan Saksi Ichsan Suaidi pemilik PT GA, Majelis Hakim yang diketuai Lilin Herlina tersebut kemudian mengkomprontir keterangan saksi Ichsan Suaidi kepada Terdakwa Amril Mukminin.

Terdakwa Amril Mukminin membantah sebahagian keterangan Saksi Ichsan Suaidi. Amril mengatakan, bahwa dirinya bertemu dengan Ichsan dua kali. di kedai “kopi tiam” Pekanbaru sekali, kemudian di Starbucks Coffee mall Plaza Indonesia Jakarta sekali.

Ketika bertemu di Jakarta, Terdakwa Amril Mukminin mengaku bertemu langsung dengan Saksi Ichsan Suaidi. Lalu Saksi Ichsan Suaidi memberikan amplop coklat berisi uang sebesar SGD100,000 (seratus ribu dolar Singapura) atau setara dengan Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) yang diterima Terdakwa melalui Asrul ( Ajudan Terdakwa Amril,red ).

Usai berlangsung sidang, Patar Parasian SH, MH dari Tim Penasehat Hukum terdakwa Amril Mukminin kepada www.wahanaindonews.com mengatakan bahwa dengan adanya pengakuan langsung Terdakwa Amril Mukminin di persidangan itu, hal itu tentunya sangat membantu dan mempermuda proses jalannya sidang yang menjerat kliennya.

Menurut Dia, dengan terbuka dan jujurnya Terdakwa Amril itu, tentunya sangat membantu pihak Jaksa KPK juga untuk mengungkap seluas-luasnya kasus korupsi Proyek Jalan Duri Sei Pakning Bengkalis. Selain itu, Majelis hakim pun pasti punya pertimbangan untuk itu.

“Dipersidangan dengan adanya Pengakuan Terdakwa, tentunya sangat membantu dan mempermudah pihak Jaksa KPK untuk mengungkap kasus korupsi di pusaran Proyek Bengkalis, khususnya dalam Proyek Multi Year Pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning. Dan Majelis Hakim pun pasti akan mempertimbangkan itu nantinya”, ujar Patar. ( jupe )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *