Sidang Dugaan Korupsi Amril Mukminin. Firzal: Ketua DPRD Bengkalis Bagi-bagi Uang Ketok Palu ?

oleh -123 views

Pekanbaru, WahanaIndoNews.Com – Sidang kedua dugaan korupsi Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin digelar dengan pemeriksaan saksi di Ruang Sidang Mudjono, SH Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (02/07/2020).

Ketiga orang saksi dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, merupakan mantan Anggota DPRD Bengkalis periode 2009-20014.

Dua orang dari tiga orang saksi yang dihadirkan JPU, hadir langsung di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, yakni Firzal Fudhoil dan Abdul Rahman, sementara satu orang saksi lagi, Jamal Abdilah  dilakukan secara virtual dari Lapas Kelas II A Pekanbaru.

Pantauan www.wahanaindonews.com, persidangan dihadiri dan terhubung langsung dengan terdakwa Amril Mukminin secara virtual dari tahanan KPK di Jakarta.

Ketiga orang saksi yang bersaksi merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 dan diperiksa secara bergantian.

Ketika Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina dan Dua hakim lainnya serta JPU KPK bertanya kepada saksi pertama yang diperiksa Firzal Fudhoil (eks anggota DPRD Bengkalis dari Partai Golkar periode 2004-2009 dan 2009-2014, red), Firzal dalam keterangannya menyebutkan bahwa proyek jalan Duri-Sei Pakning tidak pernah dibahas di tingkat Komisi II DPRD Bengkalis periode 2009-2014. Padahal Firzal saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Bengkalis.

Firzal juga menyebutkan, bahwa proyek Pembangunan Jalan Duri Sei Pakning itu dibahas langsung di Badan Anggaran  (Banggar) DPRD Bengkalis. Ia mengetahui adanya proyek itu, ketika sidang paripurna DPRD berlangsung.

Parahnya, ketika Majelis Hakim bertanya, dalam persidangan terkuak adanya praktek dugaan uang akan mengalir ketika Sidang Paripurna DPRD Bengkalis berlangsung. Hal itu terjadi. sehubungan keterangan Saksi Firzal yang mengatakan telah menerima uang atas diketoknya palu sidang paripurna DPRD Bengkalis saat itu.

Hakim pun saat sidang sempat merasa kesal atas keterangan saksi Firzal, karena banyak pertanyaan yang diajukan Hakim dijawab oleh saksi dengan jawaban sudah tidak ingat alias lupa.

Sidang pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU KPK, kemudian dijeda sesaat karena sudah tengah hari. Dan akan dilanjutkan setelah makan siang, dengan pemeriksaan saksi Abdul Rahman dan Jamal Abdillah. (juntak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *