Amril Mengaku dan Telah Kembalikan Rp 5,2 Miliar. Jaksa KPK: Ada pertimbangan, Hal itu Meringankan

oleh -35 views

Pekanbaru, WahanaIndoNews.Com – Sidang Tipikor dugaan suap dan gratifikasi terdakwa Amril Mukminin di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru kembali digelar. Dari 3 Saksi yang seharusnya didengar keterangannya, hanya satu orang saksi yang sempat didengar keterangannya.

Hal tersebut disampaikan Jaksa KPK Feby Dwi Andospendy ke WahanaIndoNews.Com, di Pekanbaru, Kamis, (6/7/2020, usai sidang dilaksanakan

Febi mengatakan, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Amril Mukminin, setidaknya untuk mendengar keterangan saksi itu, maksimal dua kali sidang lagi

“Ada sekitar enam saksi akan dihadirkan Dipersidangan. Sidang mendengar keterangan saksi-saksi maksimal dua kali lagi. Kalau bisa  diupayakan tuntas pekan depan saksi-saksi dihadirkan,” ujar Feby.

Ketika disinggung tentang bagaimana porsi tuntutan yang akan dilakukan KPK nantinya. Karena dipersidangan Terdakwa Amril Mukminin dalam praktek suap tersebut  bersikap jujur dan telah mengakui serta telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 5,2 miliar ke negara melalui rekening KPK ?. Jaksa KPK Feby Dwi Andospendy pun memastikan, bahwa hal-hal seperti itu adalah bagian dari pertimbangan nantinya, yang dapat meringankan terdakwa. “Ada pertimbangannya, hal-hal yang meringankan itu”, katanya.

Karena, menurut Febi, secara umum bahwa dalam penindakan hukum itu, pengembalian kerugian negara itu bisa mempengaruhi tuntutan dan putusan hakim nantinya.

Katanya lagi, penegakan hukum KPK tidak hanya fakus dan mengarah kepada sanksi pidananya. KPK kini sudah berubah. Penegakan hukum KPK saat ini sudah mengarah kepada asset recovery atau pengembalian aset (harta) kekayaan negara yang telah dikorupsi.

“Dalam penegakan hukum KPK, KPK kini sudah mulai berubah. Penegakan itu bukan ajang untuk balas dendam. Kami selalu, selalu menghimbau mulai sejak dimulainya penyidikan terhadap tersangka maupun terdakwa agar melakukan asset recovery“, katanya.

Namun ketika disinggung tentang dakwaan subsider kedua terdakwa Amril Mukminin yang dibacakan Jaksa KPK Tonny Frengki Pangaribuan dan kawan-kawan pada sidang perdana ketika digelar di Pengadilan Negeri (PN), Kamis, (25/6/2020) lalu, tentang sukses fee penjualan TBS ke dua PKS di Desa Balai Raja, Febi dengan santun mengatakan, agar ditanyakan ke Juru bicara KPK, dengan alasan bahwa dugaan adanya gratifikasi itu belum disidangkan.

“terkait gratifikasi, berhubung belum disidangkan, silahkan ditanyakan ke jubir KPK”, katanya. (patar s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *