Kabut Asap Masih Selimuti Natuna, BPBD: Dominan Kiriman Karhutla Kalimantan

Berita, Natuna, Sosial27 views

wahanaindonews.com, NATUNA – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna, Sabtu, 12 September 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah masih dilakukannya penanganan terhadap sisa bara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Natuna.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Zulheppy, mengatakan sepanjang Januari hingga saat ini telah tercatat sebanyak 161 kejadian Karhutla di wilayah Natuna.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan aplikasi Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi), saat ini tidak terdapat titik panas yang terpantau di wilayah Natuna.

“Sejak Januari sampai per 13 September 161 kejadian. Titik api saat ini sudah tidak ada kalau di aplikasi SiPongi,” ujar Zulheppy.

Menurutnya, tidak terdeteksinya titik panas tersebut tidak serta-merta berarti seluruh sumber bara telah benar-benar padam. Sebab, masih terdapat bara yang berada di bawah permukaan lahan, khususnya pada kawasan gambut.

“SiPongi membaca titik panas, karena bara masih ada di bawah lahan gambut,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali api sekaligus mengurangi kepulan asap, Satgas Karhutla Natuna akan melakukan pendinginan dan penyiraman pada lokasi yang masih memiliki bara.

“Satgas akan melakukan pendinginan/penyiraman agar mengurangi tebal asap,” katanya.

Dominan Asap Kiriman Kalimantan

Terkait kabut asap yang masih cukup tebal menyelimuti langit Natuna, Zulheppy menegaskan kondisi tersebut dominan bukan berasal dari Karhutla Natuna, melainkan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan.

“Kabut asap dominan kiriman dari Karhutla Pulau Kalimantan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas III Ranai, BMKG Natuna. Dalam prakiraan peta sebaran asap, BMKG menyebut pola pergerakan angin dari arah Tenggara hingga Barat Daya membuat wilayah Kabupaten Natuna masih terdampak kabut asap dari daerah Kalimantan.

BMKG juga mencatat kabut asap di wilayah Natuna tidak hanya berkaitan dengan asap kiriman, tetapi terdapat pula pengaruh dari aktivitas pembakaran hutan dan lahan di wilayah Natuna.

Dalam prakiraan untuk 13 September 2026, BMKG memperkirakan kabut asap masih berpotensi menyelimuti seluruh wilayah Natuna, dengan jarak pandang berkisar 500 meter hingga 3 kilometer.

Sementara untuk 14 September, kondisi kabut asap juga diprakirakan masih terjadi di seluruh wilayah Natuna, dengan jarak pandang sekitar 500 meter hingga 5 kilometer. Prakiraan BMKG untuk 15 September juga masih menunjukkan adanya potensi sebaran asap di wilayah tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun titik panas di Natuna saat ini tidak terdeteksi melalui aplikasi SiPongi, dampak kabut asap masih dapat dirasakan masyarakat akibat adanya bara di bawah permukaan lahan serta asap kiriman dari wilayah lain, terutama Kalimantan.

BPBD bersama Satgas Karhutla Natuna pun terus melakukan pemantauan dan pendinginan terhadap lokasi-lokasi yang masih menyimpan bara, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menghasilkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat. (Remon)

Editor: Patar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *