wahanaindonews.com, Natuna – Kabupaten Natuna kembali menjadi tujuan kunjungan lembaga negara dari Jakarta. Delegasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan Natuna pada Rabu, 30 September 2026.
Kunjungan tersebut berdasarkan surat Sekretariat Jenderal MPR RI Nomor B-494/PT.04/B-VII/SetjenMPR/09/2026 tertanggal 24 September 2026.
Dalam surat tersebut disebutkan, kunjungan kerja akan diikuti pimpinan MPR RI, ketua fraksi/kelompok DPD RI di MPR, ketua alat kelengkapan MPR RI serta sejumlah delegasi.
Rombongan dijadwalkan berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat TNI AU pada pukul 06.00 WIB dan tiba di Bandara Raden Sadjad Natuna sekitar pukul 08.00 WIB.
Setelah tiba di Natuna, rombongan dijadwalkan menuju Kantor Bupati Natuna.
Di lokasi tersebut, mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB, delegasi MPR RI akan melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta tokoh masyarakat perbatasan.
Agenda ini menjadi salah satu bagian utama dalam kunjungan tersebut karena mempertemukan langsung unsur MPR RI dengan pemerintah dan masyarakat di daerah perbatasan.
Usai pertemuan, rombongan dijadwalkan menuju Rumah Dinas Bupati Natuna untuk ISHOMA.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Cemaga Utara. Di lokasi tersebut, delegasi MPR RI dijadwalkan bertemu dengan masyarakat Kampung Nelayan Merah Putih pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
Dari kawasan pesisir, rombongan selanjutnya dijadwalkan menuju Masjid Agung dan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Natuna.
Peninjauan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WIB sebelum rombongan kembali menuju Lanud Raden Sadjad.
Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan dijadwalkan tiba di Lanud Raden Sadjad untuk persiapan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat TNI AU.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah juga telah melakukan kunjungan kerja ke Natuna pada 21 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan Lanud Raden Sadjad.
Kunjungan 30 September mendatang memiliki rangkaian yang lebih luas, mulai dari pertemuan dengan pemerintah dan tokoh masyarakat hingga melihat langsung kondisi masyarakat nelayan serta pembangunan fasilitas publik.
Bagi Natuna yang berada di wilayah perbatasan, pertemuan langsung dengan delegasi MPR RI menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan daerah kepada lembaga negara di tingkat pusat.
Agenda tersebut juga memperlihatkan bahwa kunjungan ke Natuna tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi turut menyentuh masyarakat pesisir dan pembangunan fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Remon)











