wahanaindonews.com, Natuna – Empat aset Puskesmas Ranai senilai sekitar Rp504 juta yang dicatat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berstatus “belum ditemukan” masih menyisakan pertanyaan.
Pasalnya, di satu sisi Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, sebelumnya menyampaikan bahwa pengecekan atau inventarisasi aset dilakukan secara berkala. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat, menyebut aset yang berada di Puskesmas dilaporkan melalui aplikasi ASPAK.
Dari dua keterangan tersebut, muncul pertanyaan publik. Jika inventarisasi dilakukan secara berkala dan pelaporan aset dilakukan melalui sistem ASPAK, seharusnya riwayat keberadaan aset dapat ditelusuri oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan mengenai sejak kapan empat aset tersebut terakhir tercatat, dilaporkan, atau diketahui tidak ditemukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat, saat dikonfirmasi Wahanaindonews.com menjelaskan bahwa pelaporan aset Puskesmas dilakukan melalui aplikasi ASPAK.
“Aset yang ada di puskesmas mereka laporkan lewat aplikasi ASPAK,” ujar Hikmat, Senin, 27 Juli 2026.
Saat ditanya apakah data dalam aplikasi ASPAK dapat diakses langsung oleh masyarakat maupun wartawan, Hikmat menjelaskan bahwa aplikasi tersebut tidak terbuka untuk umum karena menggunakan akun khusus.
“Tak bisa, ada user dan password-nya,” jawabnya.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lanjutan. Jika Puskesmas melakukan inventarisasi secara berkala dan pelaporan aset tercatat melalui ASPAK, publik tentu menunggu penjelasan mengenai kapan empat aset yang menjadi temuan BPK tersebut terakhir tercatat dalam sistem.
Apakah aset tersebut masih tercatat ada hingga pemeriksaan BPK dilakukan, atau sebelumnya sudah diketahui tidak ditemukan? Sejak tahun berapa kondisi tersebut diketahui oleh pihak Puskesmas?
Wahanaindonews.com kemudian meminta penjelasan kepada Kepala Dinas Kesehatan Natuna mengenai sejak kapan empat aset Puskesmas Ranai tersebut terakhir tercatat atau dilaporkan melalui aplikasi ASPAK.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan tersebut belum mendapat tanggapan.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Ranai menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pencarian terhadap aset tersebut, namun belum ditemukan. Ketika diminta penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi sejak kapan aset tidak ditemukan, pihak Puskesmas mengarahkan konfirmasi kepada pengurus barang.
Namun hingga saat ini, pengurus barang Puskesmas Ranai belum memberikan tanggapan atas konfirmasi Wahanaindonews.com.
Dengan adanya penjelasan bahwa pelaporan aset dilakukan melalui aplikasi ASPAK, publik kini menunggu kejelasan mengenai perjalanan empat aset tersebut, mulai dari pencatatan, pelaporan, hingga bagaimana aset yang masuk dalam administrasi pemerintah akhirnya menjadi temuan BPK dengan status “belum ditemukan”.(Bersambung/Remon)
Editor: Patar









