Aksi Brutal dan Usir Karyawan PT Langgam Harmoni. Patar Sebut Hal Itu Perbuatan Pidana 

oleh -167 views

Siak Hulu, WahanaIndoNews.Com – Adanya kejadian pengusiran terhadap karyawan oleh sekelompok orang, agar meninggalkan rumah dinas PT Langgam Harmoni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, diduga adalah perbuatan pidana.

Kuasa hukum PT Langgam Harmoni, Patar Pangasian mengatakan, peristiwa itu terjadi pada, Kamis petang, 15 Oktober 2020 lalu. Menurutnya, ada 210 orang karyawan yang menjadi korban dalam aksi itu. “Aksi dilakukan sekitar 400 orang,” kata Patar, Rabu (21/10/20)

Patar menduga bahwa Hendra Sakti dan Marvel dengan memaksa masuaa areal kebun PT Langgam Harmoni telah mengkoordinir ratusan orang untuk melakukan pengusiran dan penjarahan harta karyawan serta aset milik perusahaan. Dan Patar menduga bahwa Hendra Sakti dan Marvel adalah preman bayaran.

“Saat datang ke lokasi mereka langsung menarik pimpinan kebun Basken R Manalu dan mengancam menggunakan senjata tajam serta benda tumpul dan meminta agar mesin genset listrik perumahan di matikan,” jelas Patar dalam realistnya yang diterima wahanainddnews.com, Rabu (21/10/2020).

Hendra cs Jarah Harta Karyawan dan Perusahaan 

Patar menilai, adanya permintaan saat itu agar genset dimatikan, tujuannya agar TKP gelap dan menghilangkan adanya bukti-bukti foto dari karyawan. Serta menciptakan rasa ketakutan bagi karyawan.

Patar menduga, Hendra Sakti sengaja merampas seluruh kunci perumahan dan memaksa karyawan untuk  meninggalkan area perumahan. Saat itu, Hendra Sakti juga mengatakan  akan bertanggung jawab penuh atas seluruh situasi dan kondisi perumahan tersebut.

Namun sayang, setelah karyawan meninggalkan areal perumahan, massa di komandoi Hendra Sakti dengan bebas telah melakukan pembongkaran dan penjarahan terhadap seluruh rumah karyawan PT Langgam Harmoni. Harta benda karyawan dan perusahaan berupa: perhiasan emas, uang tabungan, pakaian, barang elektronik, jualan karyawan, ternak ayam, dan alat- alat panen (egrek, angkong, dll) turut di jarah.

“Karena ketakutan, karyawan melarikan diri serta mengungsi di Aula Desa Pangkalan Baru. Mereka pun bertahan sehari semalam dalam kondisi cuaca hujan deras tanpa selimut dan makan,” terangnya.

Massa yang dikomandoi oleh Hendra Sakti ini akhirnya meninggalkan lokasi Perumahan PT. Langgam Harmuni pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 dini hari pukul 02.00 wib, ujar Patar.

Dan Karyawan PT Langgam Harmuni dapat kembali masuk ke areal perumahan itu  setelah dari pihak Kepolisian melakukan olah TKP, dan mengambil Barang Bukti (BB) perkara ini pada hari Jumat (16/10/2020) sore.

Patar kemudian juga melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Pangkalan Baru. Dan Kepala Pangkalan Baru menyebutkan bahwa massa yang datang kemudian menjarah itu bukan warga Desa Pangkalan Baru.

” Ketika kejadian berlangsung, Pihak perusahaan telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Siak Hulu, namun lantaran kekurangan jumlah personil mereka tidak dapat berbuat apa- apa dan menyarankan untuk melaporkan ke Polres Kampar. Atas kejadian tersebut, PT Langgam Harmoni Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 01.00 wib dini hari, pihak perusahaan melaporkan ke Polres Kampar,” jelas Patar.

Massa Dibayar Rp 300.000 per Orang

Lebih lanjut Patar menjelaskan, bahwa Ia mendapat informasi, massa yang datang itu dibayar Rp300.000 per orang. Mereka juga mendapat akomodasi transport, makan, minum, bahkan minuman beralkohol merk bir ( banyak botol ber dilokasi, red ). “Ini kita dapat lantaran, mereka sempat ribut dan tak mau meninggalkan tempat itu sebelum dibayar,” tambah Patar.

Patar menduga, pendana massa itu berinisial AH yang sempat disebut-sebut saat penjarahan itu terjadi. Kemudian ada juga Henni PS juga diduga berada di lokasi dan berada dalam mobil Avanza BM 1474 NA untuk menyalurkan uang bagi massa.

Lahan PT Langgam Harmoni Bukan Bagian dari KKPA PTPN V

Sementara Patar juga meluruskan informasi sehubungan dengan pemberitaan yang mengait – ngaitkan bahwa peristiwa itu terjadi akibat adanya konflik lahan antara Koperasi KOPSA-M yang bekerjasama dengan PTPN V (Pola lKKPA). Dan dengan tegas Patar mengatakan hal itu tidak benar.

Ini murni dugaan tindak pidana. Karena berdasarkan hasil cek lokasi Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar disebutkan bahwa areal PT Langgam Harmuni berada di luar areal kerja KOPSA-M, terang Patar.

Patar juga membenarkan bahwa PTPN V adalah bapak angkat dalam pembangunan kebun KOPSA-M. Sementara areal PT Langgam Harmoni bukan bahagian dari areal inti.

Dan Patar juga membantah bahwa tudingan  adanya penggunaan dana PTP V atau biaya yang dibebankan dalam kerjasama antara KOPSA- M dan PTP V dalam pembangunan arael kebun PT. Langgam Harmuni.

Untuk itu, ujar Patar lagi,  Dalam hal ini dengan sengaja telah terjadi pengalihan isu sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang diduga kuat terlibat atau merupakan otak dari dugaan peristiwa pidana ini, yang menyebarkan informasi bahwa peristiwa itu adalah konflik lahan. Padahal hal itu tidak benar.

Patar juga mengingatkan jangan mencoba mengalihkan fakta. Dalam hal ini,  pelaku dan pendana preman massa anarkis harus bertanggung jawab dan harus diproses secara hukum dalam perbuatannya. ( jupe )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *