Lawyer Sahat Pakpahan SH serius perkarakan kasus kliennya Maimunnah

oleh -111 views
poto , Lawyer sahat pakpahan

Batam.WahanaIndoNews
Lawyer Sahat Pakpahan SH tak main-main akan perkarakan kasus yang menimpa kliennya Maimunah seorang ibu rumah tangga yang single parent sampai kemanapun.

Karena menurut Sahat klien sudah merasa sangat dirugikan oleh sejumlah pihak.

Pihak-pihak tersebut antara lain, Perusahaan Pembiayaan ADIRA Batam, Showroom atau Pusat Jual Mobil Seken di Sei Panas dekat Resto BK,Pihak oknum Kepolisian dan Siti. Semua dalam dugaan perbuatan persekongkolan.

Nama oknum terakhir yakni Siti diduga Sahat Pakpahan SH sebagai “biang kerok” persoalan ini.

Surat Panggilan Polisi Kepada Ibu Maimunah

Terus terang akan saya kejar keadilan demi membantu Ibu Maimunnah kliennya.Yang mana dirasa tak bersalah,tapi mengalami trauma hukum akibat munculnya kasus pembelian mobil seken di salah satu pusat jual mobil seken di kawasan Sei Panas Batam.

“Saya akan perjuangkan klien saya Maimunnah ini kemanapun.Bayangkan, dia tak tahu apa-apa dalam transkasi jual beli mobil yabg dilakukan Siti,tapi disuruh bayar cicilan ke ADIRA,” ujar Sahat kepada sejumlah wartawan yang merapat ke rumahnya Senen (24/08).

surat perdamaian yang di duga di rekayasa

Dikisahkan Sahat bahwa,awalnya sekitar setahun lalu klien saya disuruh teken surat-surat di rumahnya agar sah pembelian satu unit mobil seken yang dibayar dengan cicilan tenor 5 tahun.Mobil tersebut dipakai Siti,dan cicilan diangsur oleh Siti.Maimunnah tak tahu menahu.

Sayang kata Sahat, baru setahun muncul masalah, Siti macet mengangsur.Lalu Pihak Pembiayaan menyurati Maimunnah dan melayangkan surat ke rumah Maimunnah di kawasan Marselia Batam Center.

Karena tak tahu menahu dan tak merasa membeli mobil dengan angsuran,Maimunnah akhirnya dalam kesulitan.Kisah ini akhirnya viral.Media memberitakan kasus ini,karena sudah sampai ke Kepolisian Barelang.

Kata Sahat, Maimunah seakan dikorbankan.Muncul kisah dugaan
KTP,KK dan ID Kerja dipalsukan dan dibuat sedemikian rupa sebagai syarat membeli mobil seken yang seharga sekitar 145 jutaan Rupiah itu dan cicilan per bulan sekitar 3,5 juta Rupiah,kata Sahat.

“Klien saya ini jual ayam penyet,tapi kok ada badge kerjanya dari salah satu Perusahaan di Kabil.Lalu rumah yang ditinggalinya ini atas nama mantan suaminya, kok bisa nama pada rekening listrik dan air atas nama Maimunnah,” ungkap Sahat.

Lebih jauh kata Sahat, diduga keras Siti sebagai pembeli mobil seken itu telah bersekongkol dengan sejumlah pihak melakukan pidana pemalsuan an Maimunah.”Ini yang akan kita ungkap, siapa pemalsu data dan siapa yang order ini,” sebut Sahat setengah bertanya.

Pada perkembangan kasus ini, juga sudah melibatkan seorang pria didiga bernama Martin pengacara salah satu pihak. Lalu ada Saferi dari pihak Adira.Dan oknum bernama oknum Yanto dari Showroom Jual Beli mobil Seken.

Yang menarik dalam perkembangan kasus ini, ada berupa surat perdamaian ditandatangani sejumlah pihak.”Surat Perdamaian ini tak pernah diteken Maimunnah,mengapa ada namanya dalam surat itu?” tanya Sahat.

“Ini harus terungkap. Dan pada intinya saya akan bela klien saya dan selamatkan assetnya dan minta dipulihkan nama baiknya oleh para pihak yang terbukti melakukannya, ujar Sahat.

“Sabar saja, kita semua para pihak akan jumpa di Pengadilan saja untuk mencari keadilan bersama,” harap Sahat Pakpahan SH yang juga sangat aktif berorganisasi ini.(robertyahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *