wahanaindonews.com, Batam – PT PLN Batam membantah isu yang menyebut pemadaman listrik atau blackout di sejumlah wilayah Kota Batam pada Senin, 12 Oktober 2026, berkaitan dengan uji coba operasional sejumlah industri pusat data (data center).
Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menyampaikan klarifikasi tersebut saat dihubungi media ini, Selasa, 13 Oktober 2026.
Sebelumnya, beredar dugaan bahwa gangguan kelistrikan tersebut berkaitan dengan pengujian penyambungan beban baru dari industri pusat data. Informasi itu menyebut empat konsorsium pusat data dijadwalkan melakukan pengujian operasional, yakni DayOne, NeutraDC Nxera, Digital Edge, dan Pusat Data Nasional (PDN) 2 Batam.
Namun, PLN Batam menyampaikan bahwa indikasi awal gangguan justru mengarah pada masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam. Meski demikian, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.
Pemulihan Dilakukan Bertahap
PLN Batam menyatakan terus berupaya memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan yang terdampak. Seluruh tim teknis dan operasional dikerahkan untuk melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.
Proses pemulihan meliputi pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, serta pemulihan jaringan transmisi dan distribusi.
PLN Batam menegaskan seluruh tahapan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.
Perusahaan tersebut juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Pelaku Usaha Mengalami Kerugian
Pemadaman listrik yang meluas turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha di Batam dilaporkan mengalami kerugian akibat terhentinya operasional selama pasokan listrik terganggu.
Dampak tersebut juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain aktivitas usaha yang terhambat, gangguan listrik menyebabkan pasokan air di sejumlah tempat tidak mengalir sehingga menambah kesulitan masyarakat dan pengusaha dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya keandalan sistem kelistrikan bagi kegiatan industri, perdagangan, dan usaha kecil di Batam.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut. Sementara itu, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan untuk memastikan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak kembali normal. (Putra)










