Dugaan Penyelundupan Marak di Tanjung Sengkuang, Bea Cukai Batam Diminta Tak Tinggal Diam

wahanaindonews.com, Batam – Petugas Bea dan Cukai Batam didesak bertindak tegas menindak dugaan aktivitas penyelundupan berbagai jenis barang melalui pelabuhan tikus di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

 

Melansir potretkepri.com, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aktivitas pengiriman barang melalui jalur tersebut diduga kerap berlangsung tanpa melalui prosedur kepabeanan sebagaimana mestinya.

 

Sejumlah barang disebut-sebut keluar masuk melalui pelabuhan tersebut, mulai dari sembako yang diduga tidak melalui pemeriksaan karantina, minyak curah, peralatan bangunan, suku cadang kendaraan, minuman beralkohol, barang elektronik hingga rokok yang diduga tidak dilengkapi pita cukai atau dokumen resmi.

 

Jika informasi tersebut benar, aktivitas itu berpotensi merugikan negara karena dapat menghilangkan potensi penerimaan dari sektor kepabeanan dan perpajakan, termasuk Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor serta Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

 

Keberadaan pelabuhan-pelabuhan tidak resmi atau yang kerap disebut pelabuhan tikus juga menjadi tantangan dalam pengawasan arus barang di wilayah pesisir Batam. Pengawasan yang lemah dikhawatirkan membuka celah bagi masuk dan keluarnya barang tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

 

Karena itu, Bea Cukai Batam diminta meningkatkan pengawasan serta menelusuri informasi mengenai dugaan aktivitas penyelundupan tersebut. Penindakan diharapkan dilakukan secara profesional berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan di lapangan.

 

Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum tidak hanya melakukan pengawasan secara rutin, tetapi mampu mengungkap pihak-pihak yang apabila terbukti terlibat dalam aktivitas penyelundupan.

 

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Bea Cukai Batam terkait dugaan aktivitas penyelundupan yang disebut berlangsung melalui kawasan Tanjung Sengkuang tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *