Li Claudia Tinjau Penanganan Banjir dan Infrastruktur Jalan di Batam

wahanaindonews.com, Batam – Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra meninjau sejumlah titik penanganan banjir dan infrastruktur jalan di Kota Batam, Selasa, 25 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana sekaligus merespons persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

Salah satu lokasi yang ditinjau ialah pekerjaan drainase di Jalan S. Parman, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Proyek drainase tersebut memiliki panjang sekitar 800 meter. Jika dihitung pada sisi kiri dan kanan dinding penahan tanah (DPT), total penanganannya mencapai sekitar 1.600 meter.

Saat ditinjau, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 63 persen. Li Claudia meminta pelaksanaan proyek memperhatikan keberadaan utilitas di bawah permukaan tanah agar proses pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kita juga harus tahu di bawahnya ada apa, seperti kabel dan sebagainya. Jangan menggali dengan meraba-raba. Datanya juga harus jelas, alirannya ke mana. Ini perlu koordinasi dengan BP Batam,” kata Li Claudia.

Dari Tanjung Piayu, peninjauan dilanjutkan ke Drainase Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Rumah Sakit Graha Hermain, Batuaji. Di lokasi tersebut, Li Claudia meminta pelebaran saluran dan jembatan disesuaikan dengan ruang milik jalan (row) yang tersedia.

Ia menilai penataan drainase harus dilakukan secara menyeluruh sehingga aliran air dari kawasan hulu menuju hilir dapat berjalan lebih baik. Pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, ia juga meminta dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat.

“Pekerjaan harus berjalan, tetapi lalu lintas dan aktivitas warga jangan sampai terganggu,” ujarnya.

Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan spillway di Jalan Letjend Suprapto, Muka Kuning, tepatnya di belakang Rusun Pemko. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang diperhatikan dalam upaya membenahi sistem drainase secara menyeluruh.

Selain persoalan banjir, Li Claudia turut menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Ia meminta perencanaan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Laksamana Bintan, mulai dari Simpang Pollux hingga Simpang Telkom, Kecamatan Batam Kota, segera dipercepat.

Menurut dia, ruas jalan tersebut membutuhkan penerangan yang memadai, terutama pada malam hari. Pemasangan PJU diharapkan dapat meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan masyarakat yang melintas.

Li Claudia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik. Setiap proyek harus direncanakan secara matang, dikoordinasikan dengan pihak terkait, serta mempertimbangkan manfaat dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kita ingin Batam lebih baik. Karena itu, setiap pekerjaan harus benar-benar dipikirkan manfaat dan dampaknya,” katanya. (Putra)

Editor: Patar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *