wahanaindonews.com, Karimun – Warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dibuat resah akibat pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Gangguan pasokan listrik yang dimulai sejak Senin, 20 Juli 2026, itu menyebabkan aktivitas masyarakat hingga pelaku usaha terganggu.
Pemadaman dilaporkan terjadi di hampir seluruh wilayah Karimun, mulai dari Tanjungbalai Karimun, Tebing, hingga Meral. Hingga Selasa, 21 Juli 2026, belum ada kepastian dari pihak terkait mengenai waktu normalisasi pasokan listrik.
Sejumlah warga mengaku mengalami kesulitan akibat padamnya listrik yang berkepanjangan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga berdampak pada pelayanan dasar dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga, Herison Tambunan, mengatakan pemadaman listrik telah membuat berbagai aktivitas menjadi terhambat. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kedai Kopi Golden, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Sungai Lakam.
“Sudah dua hari ini gelap total. Air susah, HP tidak bisa di-charge, usaha warung juga sepi. Kami minta PLN segera beri kepastian,” ujar Herison, Selasa, 21 Juli 2026.
Dampak pemadaman juga dirasakan oleh sejumlah instansi pemerintahan, sekolah, dan rumah sakit yang terpaksa mengandalkan generator set (genset) untuk menjaga operasional. Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner dan toko kelontong, mengaku mengalami kerugian akibat rusaknya barang dagangan yang membutuhkan pendingin.
Hingga malam hari, masyarakat masih berharap pasokan listrik segera dipulihkan agar aktivitas kembali normal. Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Karimun berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat penanganan gangguan serta mempertimbangkan pemberian kompensasi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman berkepanjangan. (Jan)
Editor: Juliadi












