wahanaindonews.com, Tanjungpinang – Sebanyak 239 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan siap kembali menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, Senin, 20 Juli 2026.
Koordinator Program MBG Provinsi Kepri, Rika Azmi, mengatakan seluruh dapur SPPG di tujuh kabupaten dan kota telah dipersiapkan untuk kembali beroperasi setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah.
“Mulai Senin, 20 Juli 2026, 239 SPPG se-Kepri kembali menyalurkan MBG kepada penerima manfaat,” kata Rika di Tanjungpinang, Minggu.
Meski demikian, Rika mengaku belum dapat memastikan jumlah terbaru penerima manfaat MBG karena masih menunggu pembaruan data siswa yang masuk pada tahun ajaran baru.
Berdasarkan data terakhir, jumlah penerima manfaat Program MBG di Kepri mencapai sekitar 594 ribu orang. Penerima manfaat tersebut meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita.
Menurutnya, Dinas Pendidikan akan memperbarui data penerima manfaat, khususnya dari kalangan siswa, agar penyaluran program sesuai dengan jumlah peserta didik aktif di setiap satuan pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat.
“Pembaruan data diperlukan agar penyaluran program tepat sasaran sesuai jumlah siswa aktif di masing-masing sekolah,” ujarnya melansir antarakepri, Senin, 20 Juli 2026.
Selain pembaruan data, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan juga telah memastikan kesiapan operasional seluruh dapur SPPG sebelum program kembali berjalan.
Satuan Tugas (Satgas) MBG di setiap kabupaten dan kota telah melakukan pengecekan terhadap kesiapan dapur, sistem distribusi makanan, hingga ketersediaan bahan baku guna memastikan pelaksanaan program berjalan lancar.
Rika menegaskan seluruh fasilitas pendukung dan rantai pasok MBG telah siap memberikan layanan kepada seluruh penerima manfaat sejak hari pertama sekolah.
“Kami pastikan seluruh fasilitas dan rantai pasok MBG siap melayani penerima manfaat mulai hari pertama sekolah tahun ajaran baru,” katanya.
Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada perubahan mekanisme penyaluran Program MBG meskipun telah terjadi pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Program tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari implementasi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.
Editor: Patar






