wahanaindonews.com, Natuna – Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, menyampaikan bahwa kondisi pada musim kemarau panjang saat ini menyebabkan sumber air mengalami penyusutan debit yang sangat signifikan.
Untuk diketahui, kondisi sumber air yang dikelola PDAM Natuna masih sangat sederhana dan berada di luar standar ideal pengelolaan air bersih.
Hal tersebut terlihat dari kondisi sejumlah sumber air baku yang masih berupa tampungan sederhana di kawasan hutan, sehingga sangat rentan terdampak saat musim kemarau maupun cuaca ekstrem.
Untuk memastikan seluruh pelanggan tetap dapat terlayani, pihak PDAM Natuna menerapkan sistem distribusi air secara bergilir.
Menurutnya, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena kondisi sumber air yang terus mengalami penurunan.
“Karena faktor alam ini, kami berharap masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi. Saat ini debit air memang mengalami kekurangan cukup besar,” jelasnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Selain menerapkan sistem bergilir, Perumda Tirta Nusa Natuna juga memprioritaskan pengiriman air menggunakan mobil tangki ke rumah-rumah ibadah serta sekolah-sekolah.
Lanjutnya, kondisi sumber-sumber air yang ada saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 hingga 40 persen. Kondisi tersebut membuat sistem distribusi bergilir menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk lebih menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
Untuk jangka panjang, lanjutnya, Pemerintah Daerah Natuna terus intens mempersiapkan kelanjutan pembangunan Embung Sebayar sebagai salah satu solusi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Untuk kondisi Embung Sebayar saat ini memang belum dapat dimanfaatkan. Pemasangan pipa transmisi baru selesai dilakukan, dan sekarang pemerintah daerah sedang mempersiapkan berbagai persyaratan untuk pembangunan fasilitas pendukung lainnya,” tutupnya. (Mon)
Editor: Juliadi











