wahanaindonews.com, Karimun – Mengisi rangkaian Safari Ramadan malam ke-7, Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengunjungi Desa Parit, Kecamatan Selat Gelam, Rabu, 25 Februari 2026 sore.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga meninjau langsung upaya kemandirian pangan serta penguatan ekonomi kerakyatan di desa tersebut.
Kunjungan ke Desa Parit dilakukan setelah sebelumnya Bupati menyambangi Desa Selat Mendaun yang mendapat pujian atas semangat gotong royong warganya dalam menjaga ketahanan pangan.
Di hadapan jemaah, Iskandarsyah kembali membakar semangat masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam penyediaan pangan daerah.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada BUMDesa Anak Negeri Desa Parit yang dinilai telah melakukan langkah nyata melalui budidaya ikan air tawar secara mandiri.
“Apa yang dilakukan BUMDesa Anak Negeri dengan budidaya ikan tawarnya adalah contoh nyata. Ini adalah bukti bahwa desa punya potensi besar jika dikelola dengan serius,” ujar Iskandarsyah.
Menurutnya, ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Karimun. Untuk memutus rantai ketergantungan tersebut, ia mengajak masyarakat mulai bergerak dengan bertani dan beternak.
“Pangan masih menjadi persoalan kita. Jika masyarakat mau bergerak, pemerintah pasti akan mendukung penuh. Kita butuh lebih banyak peternak dan petani lokal untuk memperkuat fondasi ekonomi kita,” tegasnya.
Selain ketahanan pangan, Bupati juga menyoroti peluang ekonomi dari kebijakan nasional melalui program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut program tersebut sebagai peluang emas karena akan menyerap bahan pangan dalam jumlah besar.
“Program MBG adalah peluang emas. Bahan pangannya harus berasal dari lokal agar ekonomi rakyat berputar di sini. Peluang ini harus kita tangkap dengan menyiapkan suplainya dari sekarang. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di daerah sendiri,” pungkasnya.
Melalui Safari Ramadan ini, Bupati berharap masyarakat Desa Parit dan Kecamatan Selat Gelam secara umum dapat memandang sektor pangan sebagai jalan baru menuju kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan. (Sajirun)
Editor: Sarwanto












