Masyarakat Minta Pemerintah Cabut Izin PT. Gandahera Hendana

Berita, Pelalawan435 views

wahanaindonews.com, Pelalawan – Keberadaan PT. Gandahera Hendana, Perusahaan yang mengelola lahan Perkebunan sawit yang meliputi wilayah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri hulu, yang saat ini berada dalam proses evaluasi perizinan yang dilakukan oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, dengan Surat Keputusan (SK) . 01/menlhk/setjenkum.1/1/2022 tentang pencabutan izin konsesi kawasan hutan.

Tindakan pengrusakan dan pengalihan fungsi sungai sangat disayangkan oleh masyarakat kerumutan.

Buyung yang merupakan anak keponakan batin aei suluh dilaut, dalam keterangan nya kepada media ini, Rabu (23 Maret 2022).

Mengungkapkan kekecewaan nya, seharusnya perusahaan yang berinvestasi di Riau ini umumnya dan Pelalawan ini khusus nya harus menjaga ekosistem sungai dan lingkungan yang ada bukan malah merusaknya ungkapnya kesal.

Apalagi sungai tersebut sudah ada sebelum perusahaan tersebut beroperasi di kerumutan ini, Seperti Sungai Odang komang sungai ponduk  Gouk dan sungai Linau,sekarang tidak ada seperti sungai lagi semua nya telah di rusak bahkan sekarang bentuknya seperti parit lagi, tidak ada sedikitpun bentuk sungai nya lagi, akibatnya sudah di rusak dan di keruk oleh Perusahaan PT. GH tersebut.

Dulu sungai tersebut tempat kami mencari ikan, yang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat kami yang ada dikerumutan ini.

Berkaitan dengan Pengrusakan dan alih fungsi sungai dari sungai menjadi parit yang dilakukan oleh PT. Gandahera Hendana yang berada di kecamatan kerumutan ini kami selaku masyarakat kerumutan dan anak keponakan Batin aei suluh dilaut, memohon kepada pemerintah Pusat untuk mencabut izin PT. GH tersebut, Karena keberadaan perusahaan tersebut juga tidak memiliki dampak bagi peningkatan ekonomi kami masyarakat tempatan katanya mengakhiri.

Karena keberadaan perusahaan bukan hanya merusak sungai dan lingkungan juga telah menghilangkan sumber ekonomi masyarakat kami, kami kami mau cari ikan tidak bisa lagi karena sungai sudah dirusak, oleh keberadaan Perusahaan tersebut.

Humas PT. Gandahera Hendana, Randa, SH saat dikonfirmasi yang didampingi oleh tim SPO nya menyatakan bahwa dilokasi kebun afdeling kerumutan tidak ada didalam data perusahaan sungai yang dimaksud oleh masyarakat, jadi yang diklaim masyarakat tersebut adalah sungai,itu tidak benar.cuman untuk kejelasan nya akan kita tindaklanjuti ke kantor pusat pekanbaru, ungkapnya mengakhiri.  (Wanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *