Alarm Minta Polda Kepri Segera Ambil Alih Kasus Andreas Yang Mangkrak

Batam, Berita, Hukum622 views

wahanaindonews.com, Batam – Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) melakukan aksi, diĀ Polda Kepri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa, 15 Maret 2022.

Dimana meminta Kapolda Kepri, ambil alih kasus ” Andreas Priyo Suciono di Polsek Sekupang”.

Dalam aksi solidaritas yang di gelar oleh Alarm adalah kasus seorang buruh PT Indotirta Suaka yang mengelola peternakan babi di pulau Bulan, yang memutuskan hubungan kerja terhadap Andreas Priyo Suciono, karena di tuduh membuang pakan babi.

Fitnah tersebut yang di lakukan oleh PT Indotirta Suaka kepada Andreas tidak terbukti sampai dengan saat ini.

Senada dengan hal tersebut Andreas Priyo Suciono melalui kuasa hukum Eduard Kamaleng, S.H, untuk melakukan pelaporan terhadap fitnahan terhadap dirinya terkait dengan pembuangan pakan ternak babi.

Lebih lanjut jelas Eduard, pihaknya mengadukan PT Indotirta Suaka ke Polresta Barelang, nomor: LP-B/772/VIII/2019 tanggal 8, Agustus, 2019 tentang tindak pidana fitnah pembuangan pakan ternak. Artinya sejauh ini laporan yang dilayangkan lebih kurang 3 tahun, tidak ada respon sedikit pun dari pihak kepolisian.

Setelah menunggu selama 3 tahun tanpa ada proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Sekupang.

“Alarm bersama kuasa hukum Andreas Priyo Suciono, Edward Kamaleng, S.H, melakukan demo ke Polda Kepri, untuk meminta kepada Polda Kepri mengambil alih laporan dari Polsek Sekupang.

Tanggapan Polda Kepri hasil pertemuan tersebut meminta kepada Alarm dalam waktu dekat harus membuat surat kembali. Agar kasus tersebut dapat diambil alih oleh pihak Polda, jelas Eduard Kamaleng.

Sambung Edward bahwa dalam pertemuan itu, kalau perkara tidak selesai, maka kami akan bawa ke Mabes Polri. Harapannya, dalam satu sampai dua hari ini, kami segera menyurati terkait kasus ini untuk segera diambil alih. (Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *