Diduga Rusak Tanaman dan Serobot Lahan, Masyarakat Pemilik Kavlingan Guru dan PNS Lapor Polisi

Tapung, wahanaindonews.com –  Masyarakat Pemilik Kavlingan di Jalan Jalan Riau baru  – Garuda Sakti Kilometer 11 melapor ke Polsek Tapung dan Polres Kampar terkait pengrusakan dan penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh inisial  Bkrl dan JSS Cs.

Salah seorang dari masyarakat Pemilik Kaplingan, Pariaman Manik kepada wahanaindonews.com menjelaskan bahwa pengrusakan dan penyerobotan lahan kavlingan itu terjadi sejak akhir Bulan Oktober lalu  hingga November 2021 ini.  Dimana, Pariaman Manik sebagai salah seorang pemilik lahan kaplingan sekitar satu hektare itu bersama dengan beberapa rekan pemilik lahan kaplingan lainnya yang telah menanami tanaman karet sejak 15 tahun lalu di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kampar, telah dirusak dengan paksa oleh orang-orang suruhan Bkrl dan JSS  Cs. dan selanjutnya menanami lahan ysng serobot itu dengan tanaman sawit.

Tanaman Karet, yang telah dirusak dan ditumbangkan orang suruhan Bkrl dan JSS dkk. foto : jun

“Mereka memasukkan alat berat untuk membuat parit baru dan merusak tanaman yang ada diatas lahan kaplingan. Beberapa hari lalu alat mereka kami larang untuk masuk dan merusak lahan kaplingan kami, namun mereka tetap memaksa masuk dan merusaknya,” terang Pariaman Manik yang juga amini Regar dan Manurung, Selasa (30/11/2021) di lokasi Kebun Karet milik Pariaman Manik.

Atas kejadian ini, Masyarakat Pemilik Kaplingan yang beranggotakan sekitar 65 orang yang dahulu berprofesi sebagai Guru dan PNS dan kini sudah pensiunan ini membuat laporan resmi ke Polsek Tapung dan Polres Kampar, karena tidak ingin terjadi konflik berkepanjangan.

“Sudah dimasukkan laporan ke Polsek Tapung dan Polres Kampar pada November 2021 ini, saya dan teman juga sudah dipanggil sebagai saksi. Kita berharap agar kepolisian segera menindak lanjuti lapiran kita. Dari kita Polisi sudah memanggil saksi-saksi dan telah diperiksa, seperti  Manik, Regar, Manurung. Kami dan teman-teman lainnya yang setiap hari standby di lahan itu untuk menjaga agar lahan tidak dirusak,” ujar Pariaman Manik dengan penuh harap.

Pariaman Manik menceritakan tentang Kronologis  kepemilikan lahan mereka, Dan hal itu sesuai juga dengan yang dituangkan di laporan polisi, bahwa awalnya lahan ini diperoleh dari Pembelian lahan atas kaplingan dari Raden Mas Main dan terbitlah SKGR dan AJB  tahun 1988 lalu per 1 hektare.

Tanaman karet di lahan kaplingan yang telah berumur puluhan tahun. foto : jun

Oleh Pembeli lahan kaplingan, kemudian pada tahun 2003 – 2005 menanaminya dengan Tanaman karet dan kelapa sawit. Dan ada juga  beberapa orang yang beli kaplingan ini, kemudian menjualnya. Yang beli pun masih sesama PNS pemilik kaplingan juga.

“Lahan kaplingan yang kami beli kaplingan ini sudah memiliki parit pembatas, kemudian kami bersihkan masing-masing dan menanami lahan kami masing-masing dengan karet, sawit”, ujar Pariaman Manik.

Setelah 15 tahun dikelola dan di usahai, muncul orang-orang suruhan Bkrl dan JSS Cs dengan membawa alat berat dan selanjutnya merusaknya tanaman karet dan sawit. Suruhan Bkrl dan JSS dkk ini menyebut memiliki lahan berdasarkam SHM terbitan 2003.

Alat berat sedang menggali parit dan membuat jalan baru dilokasi. foto : jun

Sekitar 250 meter dari Pariaman Manik dan kawan-kawanya berkumpul, Izal salah seorang dari suruhan Bkrl dan JSS dkk kepada wahanaindonews.com  mengatakan, bahwa mereka bekerja atas suruhan Bkrl dan JSS dkk dan  sesuai dengan surat yang mereka miliki.

Izal mengatakan bahwa Bkrl dan JSS dkk memiliki lahan 100 hektar, dengan ukuran 1.000 meter sepanjang jalan akses dan lebarnya 500 meter.

“Lahan Bkrl dan JSS dkk sesuai dengan sertifikat panjangnya 1000 meter dan lebar 500 meter”, ujar Izal yang diamini rekan-rekan pekerja lainnya  sambil menunjuk arah ukuran-ukuran lahan yang dimaksud.

(Jupe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *