oleh

Sumariono: Berdirinya PKS PT.GMS Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Harapan Baru

-Bengkalis-25 views

wahanaindonews.com, Bengkalis – Persoalan tenagakerja acapkali menjadi momok disetiap daerah, apalagi banyak tenagakerja yang tidak bisa bekerja lagi alias menganggur, hal ini dapat mempengaruhi perekonomian didaerah tersebut. Apabila banyaknya tempat kerja di daerah tersebut, maka perkembangannyapun akan pesat.

Seperti di Desa Harapan Baru, sudah berdiri satu PKS dengan nama perusahaan PT.Gora Mandau Sawit (GMS), ini sangat membantu mengurangi pengangguran, apalagi di situasi Pandemi Covid-19, peluang mencari tempat kerja itu sangat terbatas.

Bahwasanya PT.GMS yang mulai didirikan tahun 2020, berdiri atas prakarsa dari dukungan masyarakat, tokoh masyarakat T.Siregar dan S.Tampubolon (als Cantik Manis),  tokoh pengusaha Wangsit Cs, Kepala Desa Harapan Baru Tarmin bersama Sumariono selaku Ketua BPD, dan Sukir selaku Direktur Bundes, serta Bhabinkamtibmas Brifka Trismon dan Babinsa Sertu Ristio.

“Perjuangan kami sejak akhir 2019 untuk bisa membawa investor, guna membuka suatu perusahaan di desa kami ini, tujuannya agar meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran.Dan akhirnya
Investor datang dari Medan yang berencana nau mendirikan pabrik kelapa sawit (PKS).Akhirnya kami sepakati, mulai tahun 2020 dilakukan pembangunannya hingga sekarang mulai uji coba beroperasi ,” ungkap Sumariono, Jumat, 26 Maret 2021.

Dilanjutkannya, kemudian tenagakerja berasal dari lingkup Desa Harapan Baru, tetapi untuk tenaga skil bawaan dari pengusaha Medan (pemilik PT.Gora Mandau Sawit) dari daerah Medan.

“Harapan kami selaku perangkat Desa dan Humas di PT.GMS ini,  bilamana berjalannya operasional perusahaan ini kedepannya,  perlu kami minta bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, terutana rekan wartawan,” kata Sumariono.

“Sayapun baru aktif selaku Humas disini sekitar satu bulan,  pas tadi baru dari dalam masih duduk disini gabung sama security dan jumpa sama bapak wartawan disini.Kapasitas produksi PKS 15 ton, hanya sekarang masih sekitar 5 dan 6 ton, maklum masih dalam uji coba.Masalah ijin sudah rampung.Termasuk karyawan masih banyak dirumahkan, karena pekerjaan belum memadai, mudah-mudahan beroperasinya bisa ditingkatkan nantinya setelah diresmikan pemerintah,’ pungkas Sumariono.(Sert/L.Batu).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed