oleh

Pemprov Kepri Apresiasi MoU antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate

wahanaindonews.com, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri mengapresiasi dan menyambut baik penandatangan MoU antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate yang merupakan terobosan penting disaat pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyediakan sumber energi yang cukup ke depannya. Ini menjadi solusi karena tidak tahu keterbatasan sumber energi gas, kemudian minyak suatu saat akan berakhir, maka bio massa ini menjadi solusi alternatif bagi daerah untuk menjamin ketersediaan energi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar Ahmad saat memberikan sambutan pada penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate Tentang Rencana Pembangunan dan Pengelolaan PLTU Biomassa 2 x 100 MW di Tanjung Sauh Batam, di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kamis, 4 Maret 2021.

Rencana pengembangan PLTU 2 x 100 mw ini sangat besar, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan sumber energi kepada PLN. Agar cadangan energi kedepan di Kepri tersedia dengan cukup.

“Saya yakin kita akan berpacu nanti urusan ketersediaan energi dengan perkembangan pembangunan investasi di Kepri, maka saya akan selalu berkomunikasi aktif dengan stakeholder, sehingga saya dapat selalu memposisikan diri untuk mendorong dan mendukung rencana-rencana seperti ini. Saya kira ini kita tinggal mereview dan menyempurnakan dan nanti saya harap saya dapat diberikan timeline kerjanya agar izin-izin yang diperlukan dari Pemprov akan kita dukung sepenuhnya” kata Gubernur Ansar.

Dirut PT. PLN Batam Budi Pangestu menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan Batam Bintan saat ini yaitu daya mampu pembangkit sebesar 562 MW terdiri dari pembangkit di batam sebesar 533 MW, kemudian di Pulau Bintan 29 MW, sementara beban puncak Batam Bintan saat ini yaitu 488,5 mw. Sebenarnya Batam masih punya cadangan sekitar 80 MW atau disekitar 18 persen cadangan.

“Untuk saat ini, kita punya optimisme cadangan listrik masih cukup baik di angka 18 sampai 25 persen cadangan. Tentunya untuk mengantisipasi meskipun saat ini sudah cukup, tetapi untuk 5 sampai 10 tahun ke depan, perencanaan kita paling tidak memiliki cadangan di angka 30 persen.” kata Budi.

Untuk pembangkit listrik Batam Bintan sumber energi primernya saat ini terdiri dari 80 persen gas dan 20 persen batu bara.

“Ke depan dengan tantangan energi terbarukan, selain kita menginginkan sumber energi lebih bersih, juga menurunkan biaya pokok penyediaan listrik kita dengan penandatanganan MoU ini. Mengenai lokasi, Tanjung Sauh sangat ideal karena berada di tengah-tengah Pulau Batam dan Bintan sehingga akan memperkuat kondisi kelistrikan Batam dan Bintan” lanjut Budi

Dalam kesempatan kali ini Chairman Panbil Group Johanes Kenedy mengatakan pengembangan bio massa sebagai sumber energi pembangkit listrik adalah sebagai penyeimbang sumber produksi energi listrik yang sudah ada.

“Sejalan dengan arah pemerintah untuk go green. Yang dimaksud bio massa disini adalah tandan kelapa sawit yang tidak dipakai, sisa produksi kayu, dan batang jagung untuk campuran bio massa. Harapan kami dengan pengembangan sumber energi bio massa ini kepada pengusaha menengah keb awah untuk dapat menyuplai bahan baku bio massa sehingga pertumbuhan ekonomi lebih merata,” kata Johanes.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PLN Batam dan Panbil Industrial Estate dilakukan oleh Dirut PT. PLN Batam Budi Pangestu dan Dirut PT. Nusantara Properta Panbil Johanes Kenedy dan disaksikan oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Acara ini juga dihadiri oleh Dirut PT. Panbil Utilitas Sentosa Jeremia Purba, Direktur Operasi PT. PLN Batam Ediansyah, Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas ESDM Kepri Hendri Kurniadi dan Kepala Kesbangpol Kepri Lamidi.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed