Gunakan Base C ?. Pengaspalan Jalan Wilayah V PUPR Kampar 2020 Diduga Rugikan Negara

oleh -512 views

Kampar, WahanaIndoNews.Com
Pembangunan Pengaspalan Jalan Wilayah V, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Tahun Anggaran 2020 oleh Dinas PUPR Kab.Kampar, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Hal ini diungkapkan Ketum LSM KPB, Ruslan kepada Wartawan Media ini di Pekanbaru, usai melakukan investigasi lapangan di beberapa lokasi paket proyek tersebut. Selasa, (2/2/2021).

“Dari hasil invenstigasi kami di lapangan, kami melihat kondisi ril lapangan, terutama pada bahan materialnya sangat kami ragukan. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi di daerah lain yang sebelumnya juga sudah kami laporkan dan saat ini sedang diproses pihak Kejati Riau,” kata Ruslan.

Atas temuan pada Proyek ini, kita sedang menyusun bahan untuk melaporkannya ke Kejaksaan Tinggi Riau agar diusut juga. Karena kami menilai, proyek ini diduga telah terjadi penyimpangan antara PUPR Kampar dan Kontraktor.

“Base B terbuat dari Base C, Base A terbuat dari Base B, yang 2 Paket Proyek ini, sama jenis materialnya. Panjang pekerjaan diperkirakan lebih kurang 2000 meter. Kinerja PUPR Kampar T.A.2020 lalu terkesan buruk,” ujarnya.

Kemudian, Paket Jalan Penghidupan – Bina Baru dan Jalan Poros Karya Bakti, Aspal. Tanggal Kontrak 18 Mei 2020 dengan jumlah dana Rp.4,228 miliar dari APBD Kampar. Kontraktor Pelaksana CV. Morin Maju Jaya (Tanpa Konsultan Pengawas).

Selanjutnya, Paket Jalan Lubuk Sakai – Jalan Utama Karya dan Jalan Mayang Pongkai, juga Jalan Lubuk Sakai (SP.TUGU), Aspal. Pelaksana CV. Mitra Bersama dengan jumlah dana Rp.4,230 miliar. Waktu pelaksana 180 Hari Kalender dan masa pemeliharaan 180 Hari Kalender.

Ruslan juga sangat menyayangkan kepemimpinan Kepala Daerah Kab.Kampar saat ini yang dipimpin Catur Sugeng, karena dinilai bungkam soal pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kampar semenjak menjadi Bupati.

“Warga masyarakat Kampar sudah sangat pintar dalam menilai kemajuan perkembangan pembanguna di daerahnya. Artinya saya kira, warga Kampar harus hati-hati dalam memilih Kepala Daerahnya pada periode Tahun 2022 mendatang. Pilihalah yang peduli dengan pembangunan Jalan, Jembatan, dll,” pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi Kabid Binamarga Dinas PUPR Kampar, Hanif belum berhasil. Sementara PPTK, Muhammad Yasir saat dihubungi hari Minggu lalu di Nomor 0812684xxxx, mengaku bukan dirinya PPTK, bahkan mengatakan dirinya sedang berada di Sumbar. “Bukan saya PPTK-nya, saya ini berada di Sumbar,” jawabnya. (bw/jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *