Purwiyanto: Pengelolaan Air Batam dari ATB ke Moya Harus Dahulukan Pelayanan

oleh -18 views

wahanaindonews.com, Batam – Plh Kepala BP Batam Purwiyanto, menekankan, bahwa pergantian pengelolaan air Batam dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke PT Moya Indonesia harus mendahulukan pelayanan ke masyarakat.

“Saya minta jangan ada riak, harus dahulukan pelayanan yang baik kepada masyarakat Batam,” ujar Purwiyanto dalam Konperensi Pers tentang Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, di Gedung Marketing Center BP Batam, Jumat, 13 November 2020.

Puriwanto menjelaskan, bahwa
penjualan air bersih (water charge) itu didasarkan perhitungan yang baik.

“Tidak ada pihak yang dirugikan. PT Moya juga sudah siap untuk itu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, yang dihebohkan tentang utang pajak air permukaan PT ATB sudah tak ada dan clear dan tidak perlu diperdebatkan lagi.

“Menyinggung piutang aset perusahaan,
akan diatur kemudian,” sebut Purwiyanto menyikapi peralihan pasca habisnya konsesi PT ATB sejak 15 Nopember 2020 ini.

Lebih jauh kata pria kelahiran Temanggung Jawa Tengah ini, bahwa untuk air yang sudah ada misalnya untuk rumah liar (ruli) juga tidak ada pemutusan.

“Malah akan dilakukan perbaikan-perbaikan,” ujar Purwiyanto menjawab salah satu media oada sesi tanya jawab yang dipandu Kabiro Humas dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar.

Sementara itu, Dirut PT Moya Sutedi Rahardjo menjelaskan, bahwa dalam proses pengalihan tetap sama. Jam 00.00 minggu hari pengoperasian, maka pas itu PT Moya mengoperasikannya pihak ATB juga ada disana.

Dari sisi kesiapan kami PT Moya kata Sutedi, kami tetap siap. Sebab untuk karyawan ATB yang mau bergabung, kami PT Moya cukup bisa menerima. Karena mereka sudah berpengalaman.

“Dan kami juga punya staff ahli dari Jakarta, dan dari tempat lain, yang akan kami datangkan membantu kegiatan PT Moya mengelola air baku di Batam ini,” kata Sutedi.

Berbicara soal penyeleggaraan pengelolaan ini sebenarnya ada di tangan BP Batam dalam proses peralihan ini.

“Soal denda tagihan kenaikan tarif akan diatur oleh BP Batam. Dan kami menerima apa yang diberikan BP Batam, ujar pihak PT Moya Indonesia ini seraya mengatakan, bahwa seluruh penerimaan pembayaran dari pelanggan akan masuk ke Relening bersama BP Batam dan PT Moya Indonesia,” kata Sutedi.

Ia mengharapkan, pelanggan tetap yakin. Misalnya pola pembayaran, masih ada kerjasama dengan pihak ATB dan tidak perlu risau,semua berjalan baik-baik saja, kami terus bekerja sama dengan Tim Tehnis BP Batam.

Pada kesempatan konperensi pers itu, hadir Wahyu Utomo  sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian.
Wahyu menyampaikan arahan Pak Menko Perekonomian Airlangga Hatanto.

Dikatakan juga, mari jadikan Batam menarik dan tetap jadi  lokomotif investasi nasional.
Menjadi penting menjaga hal tersebut,
jangan ada gangguan yang bisa merusak dan mengganggu iklim investasi ini.

Pak Menteri juga, kata Wahyu Utomo mengucapkan  terima kasih kepada PT ATB yang sudah membuat daya tarik bagi Batam.

Sementara untuk PT Moya Indonesia, diharapkan layanan Moya semakin baik dalam layanan air bersih ini. Mari bersinergi dan ekonomi semakin baik.

“Kalau ada hal-hal yang sangat penting dan perlu silahkan di tanyakan langsung ke Pak Purwiyanto di BP Batam ini,” pungkas Menko Perekonomian lewat Deputy Menterinya
ini. (robertyahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *