DPR Panggil 10 BUMN Hari Ini, Ada Apa ya ?

oleh -13 views
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ant

Jakarta, WahanaIndoNews.Com – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) hari ini, Senin (5/10/2020).

Berdasarkan informasi dari laman resmi DPR, rapat akan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama akan dimulai pada pukul 10.00 WIB yang mana akan hadir manajemen PT Bio Farma (Persero), Direktur Utama PT Kimia Farma, Tbk., Direktur Utama PT lndofarma, Tbk., dan Direktur Utama PT Phapros, Tbk.

Adapun agenda rapat antara lain pembahasan mengenai kondisi aktual perusahaan dalam penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional.

Agenda lain adalah pembahasan terkait profit perusahaan dan operasional perusahaan. Untuk diketahui, semua yang hadir di sesi pertama adalah bagian dari Holding BUMN Farmasi. Bio Farma adalah perusahaan yang menjadi induk dengan membawahkan Kimia Farma dan Indofarma. Adapun Phapros adalah anak usaha Kimia Farma.

Untuk diketahui, Indofarma sebelumnya telah mengumumkan bakal segera memasarkan Desrem, obat antivirus berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang mengandung zat aktif remdesivir.

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno mengatakan perseroan bekerjasama dengan Mylan Laboratories Limited di Bangalore, India terkait dengan pengadaan obat antivirus tersebut.

“Obat branded berkualitas dari mitra kita Mylan dengan harga lebih terjangkau daripada yang ada di pasaran, di bawah Rp2 juta per vial,” ungkap Herry kepada Bisnis, Sabtu (3/10/2020).

Selain Holding BUMN Farmasi, DPR juga akan menggelar rapat dengan enam BUMN lain di sesi kedua mulai pukul 14.00 WIB. Rapat itu akan dihadiri oleh manajemen  PT Perkebunan Nusantara Ill (Persero),Perum Bulog, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Selanjutnya PT Perikanan Nusantara (Persero),  Perum Perindo, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero). Agenda yang akan dibahas sama dengan sesi pertama. (bc/jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *