Kepala Sekolah SMK Al-Jabar Deden Sirojuddin SPd.I ; “Memang unik, SMK nggak bisa theori saja,tapi harus praktek. Pandemic jadi hambatan.”

oleh -38 views
Ket foto : Kepala Sekolah SMK AL- Jabar Ust. H Deden Sirojuddin Spd.l

Batam.WahanaIndoNews
Sekolah kejuruan seperti SMK dimasa pandemic ini terasa berbeda.Karena Covid-19, siswa-siswi tidak masuk, dan belajar tidak tatap muka, makanya tidak ada praktek yang dilaksanakan di tempat belajar.

Ilmu sekolah kejuruan itu harus praktek. Oleh sebab itu harapan kami Batam bisa jadi zona hijau.Agar bisa siswa hadir di sekolah.

Ket fot: Gambar Tabel Susunan Pengurus dan Guru SMK AL- Jabar

Masa belajar belum tatap muka ini jarus disikapi dengan sabar hati.Semoga wabah pandemic global Covid-19 ini diharap bisa berlalu.

Sehingga siswa-siswi kami bisa dapat pelajaran dan praktek sekaligus.

Sampai saat ini kami belum belajar secara tatap muka.Makanya,
kami minta siswa bersabar saja dulu.Menunggu pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Batam memberi izin.

“Kita masih belajar daring dan luring.Mau apalagi.Aturan sudah seperti itu.Kita ikuti aturan Pemerintah saja” terang Kepala Sekolah DMK Aljabar Deden Sironuddin SPd.I kepada Wahana IndoNews diruang kerjanya baru-baru ini.

Foto: Salah Satu Sudut Bangunan Sekolah SMK Al – Aljabar Bengkong Batam

Ketika ditanyakan media Wahanaindonews.com, apakah siswa-siswinya sudah bisa PKL (Praktek Kerja Lapangan).

“Itulah uniknya SMK, yang mana belajar harus sambil melakukan.Beda sama SMA.Kalau sekolah kejuruan ini nggak bisa theori saja.
Tapi harus dibarengi praktek,” ungkap Deden.

Jadi theori dkpadu praktek baru klop untuk SMK itu,ilmu yang didapat siswa akan berkembang sedemikian rupa,tuturnya.

Pada bagian lain,menyinggung perkembangan PPDB dan aktifitas lainnya di sekolah SKM yang terletak di kawasan Bengkong itu.

Deden yang juga bisa ceramah agama dimana-mana tempat itu mengatakan, bahwa pendaftar TA 2020 ini, cuma sedikit.

“Kami menerapkan biaya PPDB sejumlah Rp.
4.200.000 biaya daftar ke sekolah ini.Sudah termasuk biaya baju seragam,” sebut Deden seraya menjelaskan biaya itu bisa dicicil.

Lebih jauh kata Deden, bahwa disini disekolahnya, ada sejumlah jurusan jurusan.

Seperti jurusan mesin produksi, jurusan otomotif, jurusan komputer jaringan.dan jurusan audio video,kata Deden.

Kalau disini kata Deden, jurusan audio video itu tidak sama dengan animasi. ” Itu berbeda,”
kata Deden.

Jurusan audio video itu, rinci Deden, adalah sejenis transmisi.Karena berkaitan dengan elektro.

Namun kata dia, jurusan yang paling banyak disini adalah jurusan mesin produksi.

Situasi terkini, kata Deden, yang baru lulus ada 27 orang,yang kelas dua ada 34 orang, yang kelas dua sekarang ini ada sejumlah 37 orang.

Dan yang baru daftar TA 2020 di jurusan mesin produksi Tahun Ajaran (TA) 2020 sekarang juga ada sejumlah 37 orang, tutup pria mudah senyum ini.(robertyahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *