Tokoh Agama Dunia, Serukan Berdoa Sesuai Kepercayaan Masing Masing

oleh -80 views

Dunia, Para pemimpin ketiga agama Ibrahim – Kristen, Yahudi dan Muslim – berdoa bersama di Yerusalem pada hari Kamis (26/3/2020) di tengah pandemi global virus Corona Covid-19.

Inisiatif ini, yang diambil oleh Walikota Kota Suci, berlangsung pada pukul 12.30 waktu setempat di Balai Kota Yerusalem dan melihat kehadiran perwakilan dari kepercayaan lain, termasuk Druze dan Bahai.

Berbicara kepada Radio Vatikan sebelum doa bersama, Kustodian Fransiskan dari Tanah Suci, Pastor Francesco Patton, menjelaskan bahwa setiap agama harus mengucapkan doa sesuai dengan tradisi mereka sendiri.

“Kita akan bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar pandemi ini bisa berhenti,” kata Pastor Patton yang juga mengatakan bahwa inisiatif tersebut memiliki makna spiritual yang dalam.

“Itu penting dalam dirinya sendiri karena kita semua orang percaya dengan akar yang sama; dan berkat akar yang sama ini kita dapat mengekspresikan dengan iman dan dengan keyakinan doa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya melansir Vatican News.

Doa bersama dilakukan setelah komunike bersama, dikeluarkan pada 21 Maret, di mana para pemimpin Gereja Makam Suci (Latin, Ortodoks Yunani dan Armenia) menyatakan harapan mereka bahwa:

“Dalam situasi berbahaya ini semua anak-anak Abraham bisa berdoa bersama kepada Yang Maha Kuasa untuk meminta perlindungan dan belas kasihan ” katanya.

Pastor Patton memandang ke depan untuk Paskah di Yerusalem menunjukkan bahwa itu tidak akan seserius seperti biasa karena itu akan ada beberapa perayaan, tanpa peziarah dan dengan komunitas kecil di Kota Suci.

Beberapa tempat yang dipuja oleh orang-orang Kristen sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus, telah ditutup sebagai langkah pencegahan untuk mengekang penyebaran virus corona, yang berarti bahwa perayaan Paskah di Makam akan dilakukan di belakang pintu yang tertutup.

“Pada Paskah kita tidak merayakan bersama umat beriman, kita merayakan Kebangkitan Yesus Kristus dan dalam Kebangkitanlah kita dapat menemukan harapan, bukan dalam jumlah mereka yang merayakan!” tutupnya. * ( sum : ikatolik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *