wahanaindonews.com, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyatakan tekadnya untuk menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) pada 2030 mendatang.
Tekad tersebut disampaikan Cen Sui Lan seusai menghadiri pembukaan Porprov Kepri VI 2026 di kawasan Alun-Alun Tepi Laut, Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Minggu, 1 November 2026.
Didampingi Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda, serta jajaran pengurus KONI Natuna, Cen menyampaikan optimisme bahwa Natuna mampu menjadi penyelenggara pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
“Kita mau lihat berapa banyak kabupaten kota mampu bawa kontingennya ke Natuna,” ujar Cen Sui Lan, menyampaikan tantangan kepada kabupaten dan kota lainnya di Kepri.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Natuna tidak ingin hanya berpartisipasi sebagai peserta, tetapi juga siap mengambil peran sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan Porprov mendatang.
Menurut Cen, jarak geografis Natuna yang berada di wilayah perbatasan dan jauh dari pusat pemerintahan provinsi bukan alasan untuk membatasi prestasi maupun cita-cita daerah.
Ia mendorong para atlet Natuna agar tampil maksimal, menjaga semangat juang, serta memberikan prestasi terbaik demi mengharumkan nama daerah pada Porprov Kepri VI 2026.
Semangat tersebut juga dibarengi dukungan pemerintah daerah kepada atlet yang berhasil meraih medali. Cen menyampaikan bahwa bonus telah disiapkan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet dalam membawa nama Kabupaten Natuna.
Dukungan itu diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi kontingen Natuna untuk bersaing dengan atlet dari kabupaten dan kota lainnya.
Namun, target menjadi tuan rumah Porprov Kepri 2030 tentu membutuhkan persiapan yang matang. Pemerintah daerah perlu memperkuat sarana dan prasarana olahraga, menyiapkan akomodasi, transportasi, sumber daya manusia, serta dukungan anggaran.
Sebagai daerah kepulauan, Natuna memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mobilitas kontingen dan distribusi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan. Karena itu, rencana tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang dan dukungan berbagai pihak.
Jika terwujud, penyelenggaraan Porprov di Natuna tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Kehadiran atlet, ofisial, pelatih, dan pendamping dari berbagai daerah juga berpotensi menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM.
Tekad Cen Sui Lan kini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Natuna.
Porprov Kepri VI 2026 menjadi momentum bagi atlet Natuna untuk menunjukkan kemampuan. Sementara itu, target 2030 menuntut kesiapan yang lebih besar, baik dari sisi fasilitas, pembinaan atlet maupun tata kelola penyelenggaraan.
Natuna telah menyuarakan kesiapannya. Selanjutnya, tekad tersebut perlu diwujudkan melalui langkah konkret agar daerah perbatasan ini benar-benar mampu menjadi tuan rumah Porprov Kepri 2030. (Remon)












