Ketua DPRD Minta Mahasiswa Kepri Kritik Pemerintah Berbasis Data dan Solusi

Batam, Berita, Kepri52 views

wahanaindonews.com, Batam – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Iman Sutiawan, mengajak pemuda dan mahasiswa berperan aktif dalam pembangunan bangsa dengan menyampaikan kritik yang konstruktif, berbasis data, dan disertai solusi konkret.

Pesan tersebut disampaikan Iman saat membuka Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Regional Kepulauan Riau Tahun 2026 yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Aula Ibnu Sina, Batam, Kamis, 15 Oktober 2026.

Iman menegaskan, pemerintah tidak antikritik. Namun, kebebasan berpendapat di era keterbukaan informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab serta pemahaman yang utuh terhadap persoalan yang disampaikan.

“Pemerintah sama sekali tidak anti-kritik. Namun, sebagai mahasiswa mahasiswi terpelajar, kritik terhadap daerah maupun bangsa harus disampaikan dengan semangat membangun, didukung data, kajian yang matang, serta menawarkan solusi konkret,” ujar Iman, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Kepri.

Menurut dia, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan. Peran tersebut terlihat sejak perjuangan kemerdekaan, Sumpah Pemuda, hingga Gerakan Reformasi 1998.

Namun, tantangan generasi muda saat ini dinilai semakin kompleks. Jika generasi terdahulu berjuang merebut kemerdekaan secara fisik, pemuda masa kini dituntut menghadapi persoalan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, dan berbagai hambatan pembangunan.

Karena itu, Iman meminta mahasiswa memahami berbagai program strategis pemerintah secara menyeluruh, termasuk Asta Cita yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang tidak utuh.

“Mahasiswa tidak boleh hanya membaca berita setengah-setengah. Harus tuntas dan memahami output serta tujuannya,” katanya.

Iman juga menyoroti besarnya potensi Kepulauan Riau sebagai daerah maritim. Dengan sekitar 96 persen wilayah berupa lautan, Kepri memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata.

Ia berharap mahasiswa mampu mengambil peran dalam mengoptimalkan potensi tersebut sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak muda hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kepri, Syailendra Reza Irwansyah Rezeki, menekankan pentingnya militansi dan loyalitas kader di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Syailendra, teknologi dan komunikasi digital perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kapasitas organisasi kepemudaan. Ia juga menilai proses pembelajaran harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Proses belajar di era digital harus berjalan lebih halus (smooth). Kita harus siap bergenerasi, dan sinergi antar-lembaga serta dukungan pemerintah, khususnya Kesbangpol, sangat dibutuhkan untuk kemajuan Kepri,” tuturnya.

Ketua DPD IMM Kepri, Adhanan Fadli, turut mengingatkan peserta agar tetap berpegang pada prinsip pengaderan Muhammadiyah, yakni mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai tauhid atau tauhidullah.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab karena kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses menyiapkan calon pemimpin organisasi pada masa mendatang.

“Proses kepemimpinan akan terus berganti. Jangan sia-siakan kesempatan ini karena kalianlah yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan tersebut,” kata Adhanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri, yakni Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Ludi Harman; Ketua DPD KNPI Kepri Andi Kusuma; Master of Training PID Wilda Kumalasari; serta Ketua Umum PC IMM Kota Batam Zulkarnain.

Pelatihan Instruktur Dasar Regional Kepri 2026 diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas kader, pembentukan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah dan nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *