Air Baku Menipis, PDAM Natuna Siapkan Pola Distribusi dari Embung Sebayar

Berita, Natuna2 views

wahanaindonews.com, Natuna – Persediaan air baku yang menjadi sumber pelayanan PDAM Tirta Nusa Natuna terus menurun. Kondisi ini mendorong PDAM menyiapkan kembali pola pemanfaatan air dari Embung Sebayar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur PDAM Tirta Nusa, Zaharuddin, menyebut debit air di sumber Gunung Ranai dan Gunung Sebayar kini berada pada kondisi yang sangat terbatas.

“Debit air yang berada di sumber kami di Gunung Ranai dan Gunung Sebayar sampai hari ini terpantau betul-betul semakin kritis, sekarang hanya 20 persen lagi,” kata Zaharuddin, Kamis, 24 September 2026.

Kondisi tersebut membuat PDAM harus menyesuaikan pola pelayanan. Salah satu opsi yang disiapkan yakni kembali mengalirkan air dari Embung Sebayar secara bergilir.

Menurut Zaharuddin, skema distribusi akan diatur agar ketersediaan air dari sumber yang berbeda dapat dimanfaatkan secara bergantian.

“Nanti kami akan rekayasa gilir, seminggu air embung dan kami tampung dulu air gunung itu, nanti baru kami alir,” ujarnya.

Pemanfaatan air Embung Sebayar, kata dia, diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak berkaitan dengan konsumsi, seperti mandi dan mencuci.

Hal itu disampaikan karena air dari embung tersebut belum dinyatakan layak untuk diminum.

“Air embung ini sebenarnya kita sudah sampaikan kalau air ini hanya diperuntukkan untuk cuci bilas saja dan tidak untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Warga Minta Pelayanan Air Tetap Berjalan

Di tengah menurunnya debit sumber air, sebagian warga justru meminta agar Embung Sebayar kembali dimanfaatkan.

Sejumlah warga bahkan mendatangi Kantor PDAM Tirta Nusa untuk menyampaikan langsung permintaan tersebut.

Zaharuddin mengatakan, aspirasi serupa sebelumnya juga muncul dalam pertemuan bersama masyarakat di Kecamatan Bunguran Timur.

“Tadi lagi beberapa warga kembali datang ke kantor meminta agar air embung tetap dialirkan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, persoalan utama saat ini adalah tersedianya air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pujiyanto, warga kawasan Pramuka Atas, mengatakan masyarakat siap memanfaatkan air embung untuk kebutuhan rumah tangga, sementara air untuk minum dan memasak dapat diperoleh dari air galon.

“Kami masyarakat di Pramuka Atas berharap Embung Sebayar segera kembali dioperasikan. Kami hanya perlu air, apa pun kondisinya kami terima,” ujarnya.

Ia mengatakan kebutuhan air untuk konsumsi dapat dipenuhi secara terpisah sehingga air dari PDAM dapat dimanfaatkan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Zaharuddin mengatakan hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir belum memberikan perubahan berarti terhadap kondisi debit sumber air.

Dengan kondisi tersebut, PDAM masih harus melakukan pengaturan distribusi agar pelayanan air kepada masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber air baku. (Remon)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *