wahanaindonews.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pembangunan jalan lingkar sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan kota.
Program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Jalan lingkar diharapkan mampu membuka akses baru, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai kawasan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan jalan tidak hanya ditujukan untuk membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan.
“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” kata Amsakar.
Rencana pembangunan jalan lingkar Batam terbagi dalam tiga koridor, yakni Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah. Ketiga koridor tersebut telah dicantumkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam dalam rencana pembangunan jalan.
Lingkar Selatan direncanakan memiliki panjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp183,32 miliar. Trasenya mencakup Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang, Jalan Waduk Duriangkang sisi laut, jembatan Waduk Duriangkang sisi laut, hingga Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan.
Sementara Lingkar Utara memiliki rencana panjang 14,508 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp260,42 miliar. Jalurnya mencakup sejumlah kawasan mulai dari Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.
Adapun Lingkar Tengah direncanakan sepanjang 18,558 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp355,76 miliar. Trase ini antara lain menghubungkan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga kawasan Pondok Pelangi.
Jika seluruh rencana tersebut direalisasikan, total panjang ketiga koridor jalan lingkar mencapai sekitar 43,14 kilometer dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp799,5 miliar.
Amsakar menegaskan pembangunan jalan lingkar akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan perencanaan, kemampuan anggaran, serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.
“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kita akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan rencana pelaksanaan yang disusun DBMSDA Batam, pembangunan jalan lingkar ditargetkan mencapai 3,5 kilometer pada 2026 dan 4,767 kilometer pada 2027.
Menurut Amsakar, penguatan konektivitas menjadi bagian penting dalam pembangunan Batam ke depan. Jaringan jalan yang semakin terhubung diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh, membuka akses kawasan, serta memperlancar pergerakan orang dan barang.
“Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kita ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan,” katanya.
Program jalan lingkar tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Amsakar-Li Claudia dalam membangun infrastruktur yang terintegrasi. Pemko Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan di kawasan pusat kota, tetapi juga menyiapkan jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah secara lebih luas.
Dengan pelaksanaan secara bertahap, jalan lingkar diharapkan menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa, dan investasi. (Putra)
Editor: Patar












