wahanaindonews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna memastikan pembangunan daerah tetap menjadi prioritas meski tengah menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat.
Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik menegaskan, pemerintah daerah bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan terus berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Jarmin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Jarmin terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Cen Sui Lan yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena sedang menjalankan agenda pemerintahan.
Menurutnya, ketidakhadiran Bupati bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan kepentingan masyarakat. Di tengah kondisi keuangan daerah yang sulit, Cen Sui Lan disebut terus aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas persoalan fiskal yang dihadapi Natuna.
“Kalau kita lihat, Ibu Bupati ini sangat gigih untuk membangun Natuna. Itu sudah dibuktikan sejak beliau menjadi anggota DPR RI,” ujar Jarmin.
Ia menjelaskan, saat dirinya bersama Cen Sui Lan dilantik sebagai kepala daerah, Pemkab Natuna telah dibebani utang sekitar Rp180 miliar. Kondisi tersebut diperparah dengan belum disalurkannya dana transfer pemerintah pusat yang menjadi hak daerah.
Akibatnya, kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga menjadi terganggu, termasuk pembayaran sejumlah proyek yang dikerjakan pada 2024 dan hingga kini belum sepenuhnya dapat dilunasi.
“Sebenarnya duit kita itu ada. Namun pemerintah pusat menahan dana tunda salur ke daerah, sehingga berdampak berat bagi kita,” katanya.
Jarmin meyakini, apabila dana tunda salur tersebut dapat segera dicairkan, pemerintah daerah akan mampu menyelesaikan berbagai kewajiban yang masih tertunda.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bupati Cen Sui Lan terus melakukan berbagai langkah untuk memperjuangkan kondisi keuangan daerah, termasuk berkomunikasi langsung dengan Menteri Dalam Negeri guna meminta arahan dan solusi terkait tekanan fiskal yang dihadapi Natuna.
Menurut Jarmin, perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya melalui pembangunan pasar modern yang telah lama dinantikan masyarakat dan akhirnya mulai direalisasikan tahun ini.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, proyek tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah karena menghadirkan perputaran dana pembangunan dari pemerintah pusat sekitar Rp80 miliar.
Upaya serupa juga dilakukan terhadap Pelabuhan Selat Lampa yang disebut tidak tersentuh pembangunan selama hampir dua dekade. Melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pembangunan dan renovasi pelabuhan kini mulai dilaksanakan dengan nilai sekitar Rp22 miliar pada tahap pertama.
Ke depan, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan status Pelabuhan Selat Lampa menjadi pelabuhan internasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi Natuna.
Karena itu, Jarmin menepis anggapan bahwa kunjungan kerja Bupati ke luar daerah hanya bersifat seremonial.
“Jadi, kalau Bupati keluar daerah itu bekerja, bukan untuk jalan-jalan,” tegasnya.
Ia menilai pengalaman Cen Sui Lan sebagai mantan anggota DPR RI menjadi modal penting dalam membuka akses komunikasi dengan pemerintah pusat demi memperjuangkan berbagai program pembangunan bagi Natuna.
Meski demikian, Jarmin mengakui tantangan pembangunan masih cukup besar. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif kecil, Natuna masih bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) dan pencairan dana tunda salur.
“Kita berharap kemurahan hati pemerintah pusat. Natuna ini PAD-nya kecil dan kita hanya berharap dana tunda salur dapat disalurkan agar ekonomi bisa berjalan lancar,” katanya.
Jarmin menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan agar pembangunan tetap berjalan, perekonomian masyarakat tetap bergerak, dan Natuna tidak tertinggal.
“Pada prinsipnya, pemerintah tidak diam. Kita terus berjuang agar pembangunan di Natuna tetap berjalan,” pungkasnya. (Remon)
Editor: Patar












