BPK Catat Empat Aset Puskesmas Ranai Senilai Rp504 Juta “Belum Ditemukan”, Kepala Puskesmas: Sudah Dicari, Belum Ketemu

Berita, Natuna8 views

Natuna – Empat aset milik Puskesmas Ranai dengan total nilai sekitar Rp504,72 juta tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan keterangan “Belum Ditemukan”.

Berdasarkan data LHP BPK yang diperoleh media ini, keempat aset tersebut terdiri dari dua unit Alat Laboratorium KIB B Tahun 2010 masing-masing senilai Rp272.250.000 dan Rp181.500.000, satu unit Automatis Blood Pressure Monitor/Tensimeter senilai Rp49.873.950, serta satu unit Sphygmomanometer Mercurial senilai Rp1.097.857. Seluruh aset tersebut merupakan barang yang diperoleh melalui pengadaan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, mengakui bahwa pihaknya hingga kini belum berhasil menemukan keempat aset dimaksud.

“Kami sudah berusaha mencari barang tersebut, namun sampai hari ini belum ketemu,” ujar Nazri melalui pesan WhatsApp, Rabu, 23 Juli 2026.

Nazri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus barang untuk menelusuri keberadaan aset tersebut.

“Kami akan koordinasi ke bagian barang untuk menelusurinya,” katanya.

Menjawab pertanyaan media terkait inventarisasi aset, Nazri menjelaskan bahwa Puskesmas Ranai selama ini melakukan inventarisasi secara berkala. Namun, terhadap empat aset yang tercantum dalam LHP BPK tersebut, hingga saat ini pihaknya memang belum menemukannya.

“Iye kami melakukan nya secara berkala, namun aset yg di maksud memang kami belum menemukan nya,” jelas Nazri.

Sebelumnya, media ini telah meminta penjelasan kepada Kepala Puskesmas Ranai agar pemberitaan tidak hanya mengacu pada dokumen LHP BPK, tetapi juga memuat klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan mengenai faktor yang menyebabkan keempat aset tersebut belum ditemukan. Puskesmas Ranai menyatakan akan terus melakukan penelusuran bersama pengurus barang untuk memastikan keberadaan aset dimaksud. (Remon)

Editor: Juliadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed