Natuna – Di sela padatnya agenda kunjungan kerja di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kamis, 16 Juli 2026. Bupati Natuna Cen Sui Lan menyempatkan diri meninjau revitalisasi SD Negeri 001 Sedanau. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan di wilayah perbatasan.
Dalam peninjauan itu, Cen Sui Lan berkeliling melihat proses pembangunan ruang kelas yang sedang direvitalisasi. Ia juga berdialog dengan para pekerja serta pejabat yang mendampinginya, sembari mengingatkan agar pekerjaan dilakukan dengan kualitas terbaik demi kenyamanan peserta didik.
Revitalisasi SD Negeri 001 Sedanau menelan anggaran sebesar Rp1,07 miliar yang bersumber dari APBN 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah tersebut merupakan satu dari 14 satuan pendidikan di Kabupaten Natuna yang mendapatkan program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp16,5 miliar.
Meski mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Cen Sui Lan menilai nilai anggaran tersebut masih belum mampu menjawab kebutuhan infrastruktur pendidikan di Natuna yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Ia mengatakan masih banyak sekolah di berbagai pulau yang membutuhkan perbaikan, sementara usulan penambahan anggaran revitalisasi yang telah beberapa kali diajukan pemerintah daerah belum mendapat persetujuan.
“Kita sudah beberapa kali mengajukan penambahan anggaran, tetapi masih ditolak. Padahal Natuna masih memiliki banyak sekolah yang membutuhkan revitalisasi,” ujar Cen Sui Lan.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan anggaran, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak anak-anak untuk memperoleh fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak sebagaimana dinikmati siswa di daerah lain.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada daerah kepulauan melalui kebijakan yang berpihak pada wilayah terluar.
Cen Sui Lan juga mengundang Menteri Pendidikan untuk berkunjung langsung ke Natuna agar dapat melihat kondisi sekolah-sekolah di lapangan.
“Saya berharap Bapak Menteri Pendidikan dapat datang ke Natuna agar bisa melihat sendiri kondisi sekolah-sekolah kami. Kalau melihat langsung di lapangan, tentu akan lebih memahami mengapa daerah kepulauan seperti Natuna membutuhkan perhatian lebih besar,” katanya.
Ia menilai anggaran revitalisasi sekolah di tingkat pusat sebenarnya tersedia. Yang dibutuhkan, menurutnya, adalah keberpihakan melalui kebijakan diskresi agar daerah terdepan dan kepulauan memperoleh alokasi yang sesuai dengan tantangan geografis.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap alokasi revitalisasi sekolah dapat ditingkatkan hingga sekitar Rp30 miliar. Dengan tambahan anggaran tersebut, lebih banyak sekolah di wilayah perbatasan dapat diperbaiki sehingga kualitas pendidikan masyarakat Natuna semakin meningkat.
Bagi Cen Sui Lan, pembangunan sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan investasi untuk menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa di beranda terdepan Indonesia. (Remon)
Editor: Red










