wahanaindonews.com, Natuna – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan berbagai tantangan pembangunan daerah saat menerima kunjungan Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Mayjen TNI Suwarno beserta rombongan di Kabupaten Natuna, Selasa, 14 Juli 2026.
Mengawali pemaparannya, Cen mengucapkan selamat datang kepada rombongan di wilayah perbatasan yang berada di ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap kunjungan tersebut dapat membawa manfaat bagi percepatan pembangunan Natuna.
“Selamat datang di Natuna, perbatasan ujung utara NKRI. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat sehingga Natuna menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dalam paparannya, Cen menjelaskan Kabupaten Natuna terdiri dari lebih dari 100 pulau lebih dengan jumlah penduduk sekitar 85 ribu jiwa. Namun, sekitar 99 persen wilayah Natuna merupakan lautan, sementara daratannya hanya sekitar satu persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah karena kewenangan kabupaten di wilayah laut sangat terbatas. Sementara itu, luas daratan yang tersedia juga belum memadai untuk mengembangkan sektor pertanian karena sebagian besar didominasi tanah berpasir.
“Meskipun demikian, pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat,” kata Cen.
Ia menilai Natuna memiliki potensi yang sangat besar, terutama di sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut belum dapat dikembangkan secara optimal karena mahalnya biaya transportasi akibat jauhnya rentang kendali.
“Biaya menuju dan keluar Natuna masih sangat mahal. Dampaknya harga barang menjadi tinggi karena sebagian besar kebutuhan didatangkan dari luar daerah. Kondisi ini juga membuat sektor pariwisata sulit berkembang dan investor berpikir ulang untuk berinvestasi,” jelasnya.
Di sektor penerbangan, Cen mengaku telah berupaya berkomunikasi dengan sejumlah maskapai agar membuka maupun menambah rute penerbangan ke Natuna. Namun hingga kini belum membuahkan hasil karena perusahaan penerbangan tetap mempertimbangkan aspek keuntungan usaha.
Selain itu, aktivitas nelayan juga dipengaruhi musim utara yang berlangsung sekitar empat bulan setiap tahun sehingga berdampak terhadap pelayaran dan aktivitas melaut.
Dari sisi keuangan daerah, Cen mengatakan Natuna masih sangat bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas sehingga belum mampu menopang kebutuhan belanja rutin daerah.
“Mau menarik PAD dari mana, sementara banyak pelaku usaha menunda investasi karena rentang kendali yang jauh dan biaya logistik yang tinggi,” ujarnya.
Karena itu, Cen berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi terhadap persoalan konektivitas dan biaya transportasi menuju maupun keluar dari Natuna.
“Pak Presiden Prabowo, bantulah Natuna. Potensi kami sangat besar, tetapi belum bisa dikembangkan secara maksimal karena keterbatasan akses dan tingginya biaya transportasi. Jika persoalan rentang kendali ini dapat diatasi, kami yakin Natuna akan berkembang lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Mayjen TNI Suwarno menegaskan bahwa kunjungan timnya bukan sekadar memberikan harapan, melainkan menjalankan tugas untuk menyerap berbagai aspirasi dan kondisi nyata di daerah perbatasan.
Ia mengakui potensi laut Natuna sangat besar dan menegaskan pemerintah memberikan perhatian terhadap pembangunan wilayah terdepan, terluar, dan perbatasan.
“Pemerintah memberikan perhatian kepada seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan dan terluar. Semua masukan yang kami terima akan menjadi bahan dalam pelaksanaan tugas Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Mayjen TNI Suwarno. (Remon)
Editor: Red










