Punya Dua Tower, Telepon dan Internet di Pengadah Masih Sering Hilang, Urusan Pelayanan Desa Sering Terganggu

Berita, Natuna, Sosial40 views

Natuna – Kepala Desa Pengadah yang baru dilantik, Herianto, menyoroti kondisi jaringan telekomunikasi yang hingga kini masih menjadi kendala utama bagi masyarakat di desanya. Menurutnya, persoalan sinyal yang tidak stabil telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat maupun pelayanan pemerintahan desa.

Herianto mengatakan, saat ini Desa Pengadah telah memiliki dua menara telekomunikasi, yakni tower Telkomsel yang berada di Dusun Janik serta tower XL yang berada di Dusun Semitan. Namun keberadaan kedua tower tersebut dinilai belum mampu memberikan layanan jaringan yang optimal kepada masyarakat.

“Kadang-kadang sinyal bagus hanya beberapa hari atau paling lama sekitar seminggu. Setelah itu hilang lagi. Bahkan untuk melakukan panggilan telepon saja sering mengalami kesulitan, apalagi menjalankan berbagai aplikasi yang saat ini menjadi kebutuhan kerja,” ujarnya kepada media, Kamis, 12 Juni 2026.

Menurut Herianto, persoalan jaringan internet dan telekomunikasi menjadi perhatian serius dirinya sejak dipercaya memimpin Desa Pengadah.

Pasalnya, hampir seluruh administrasi pemerintahan saat ini telah berbasis digital dan membutuhkan akses internet yang memadai.

“Kami dituntut bekerja secara online, mulai dari pelaporan hingga pelayanan administrasi. Kalau sinyal tidak mendukung tentu pekerjaan menjadi terhambat. Ini menjadi PR utama saya sebagai kepala desa,” katanya.

Selain berdampak terhadap pelayanan pemerintahan, kondisi tersebut juga dirasakan oleh pelajar, tenaga pendidik, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang membutuhkan akses komunikasi dan informasi setiap hari.

Herianto menegaskan bahwa pemerintah desa tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun. Ia menduga minimnya laporan yang sampai kepada operator maupun pihak terkait membuat kondisi di Desa Pengadah kurang mendapat perhatian, mengingat secara fisik desa tersebut telah memiliki dua tower telekomunikasi.

“Kami tidak menyalahkan siapa-siapa. Mungkin selama ini karena minim laporan, sehingga dianggap kondisi sinyal di Pengadah baik-baik saja. Padahal kenyataannya masyarakat masih sangat kesulitan mendapatkan jaringan yang stabil,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap pihak operator telekomunikasi, instansi terkait maupun pihak yang memiliki kewenangan di bidang komunikasi dan informatika dapat membantu mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami mohon bantuan, arahan dan perhatian dari pihak yang berkompeten agar kendala sinyal di Desa Pengadah bisa teratasi. Jaringan komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk mendorong kemajuan desa dan meningkatkan daya saing masyarakat,” tutup Herianto. (Remon)

Editor: Juliadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *