Banggar DPRD Karimun Evaluasi PAD 2026, Retribusi Parkir Jadi Sorotan

wahanaindonews.com, Karimun – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karimun memberikan perhatian serius terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi parkir dan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dalam rapat evaluasi bersama Bapenda, OPD pengumpul retribusi serta pimpinan BUMD, Selasa, 12 Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Karimun, Ady Hermawan mengatakan, hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, realisasi pendapatan dari sektor parkir dinilai masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, target retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum tahun ini mencapai Rp1,13 miliar. Namun hingga 7 Mei 2026, realisasi retribusi parkir tepi jalan umum baru tercatat sekitar Rp2,1 juta. Sementara pendapatan dari hasil kerja sama pengelolaan parkir baru mencapai Rp64,14 juta.

“Capaian tersebut menjadi perhatian Banggar karena masih belum sesuai harapan dan dapat berdampak terhadap kemampuan belanja daerah,” ujarnya dalam rapat evaluasi PAD tersebut.

Ia menjelaskan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, capaian retribusi parkir justru mengalami penurunan. Pada tahun 2025, target retribusi parkir sebesar Rp300 juta dengan realisasi mencapai Rp353,3 juta atau sekitar 117 persen dari target.

Banggar DPRD Karimun juga meminta Dinas Perhubungan agar lebih optimal dalam melakukan pengawasan terhadap kerja sama pengelolaan parkir dengan pihak ketiga. Selain meningkatkan kontribusi PAD, pengelolaan parkir juga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun aktivitas pedagang di sekitar lokasi parkir.

Selain sektor parkir, rapat tersebut turut menyoroti kondisi BUMD, khususnya BPR Tuah Karimun. Meski telah menerima penyertaan modal dari pemerintah daerah sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2025, bank daerah tersebut masih mencatat kerugian sebesar Rp192 juta hingga akhir Desember 2025.

Akibat kondisi tersebut, kontribusi laba kepada daerah pada tahun 2026 masih belum ada. Meski demikian, dalam paparan rapat disebutkan bahwa hingga 7 Mei 2026, BPR Tuah Karimun mulai mencatat laba berjalan sebesar Rp374 juta.

Ady berharap manajemen BPR Tuah Karimun dapat lebih fokus melakukan pembenahan internal serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, status BPR sebagai Perumda membuat aspek pelayanan publik tetap harus menjadi prioritas utama. (Jan)

Editor: Juliadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *