wahanaindonews.com, Lingga – Kondisi pangkalan bahan bakar minyak (BBM) di Kelurahan Pancur kembali menjadi sorotan. Wilayah yang kerap dijuluki sebagai “Hongkong-nya Lingga” itu dinilai memiliki potensi risiko keselamatan karena lokasi kios BBM yang masih berdekatan dengan permukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak antara kios BBM dengan rumah warga tergolong sangat dekat. Padahal, secara umum, jarak aman dari pusat keramaian seharusnya mencapai sekitar 100 meter guna meminimalisir risiko kebakaran maupun ledakan.
Aktivitas penjualan BBM tersebut diketahui telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas ataupun teguran dari pemerintah daerah terkait potensi bahaya yang ditimbulkan.
Salah satu pengusaha setempat, yang dikenal dengan nama Suicang, disebut telah menjalankan usaha tersebut selama puluhan tahun. Meski di lokasi tersedia alat pencegah kebakaran darurat, efektivitasnya dinilai masih belum optimal.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sejumlah peristiwa kebakaran kios BBM sebelumnya pernah terjadi di wilayah lain di Kabupaten Lingga, seperti di Desa Pasir Panjang. Hal ini menjadi pelajaran penting agar potensi kejadian serupa dapat diantisipasi sejak dini.
Dan selayaknya, adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi serta penertiban, demi menjamin keselamatan warga di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi dan klarifikasi. (Wan)











