Wabup Karimun Serahkan 220 Paket Sembako bagi Guru Non-ASN

wahanaindonews.com, Karimun – Menyongsong Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, pengurus Korps Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karimun menggelar aksi sosial bertajuk “PGRI Ramadan Berbagi”.

Sebanyak 220 paket sembako disalurkan kepada para guru dan tenaga pendidik non-ASN, baik di sekolah negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Karimun.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Karimun, Rocky Marciano Bawole, didampingi Ketua PGRI Kabupaten Karimun, Pujo Suryono, serta Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Firdaus, di Gedung PGRI Kabupaten Karimun, Kecamatan Tebing, Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PGRI Karimun. Menurutnya, aksi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial di lingkungan pendidik, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan sangat baik. Saya berharap aksi berbagi ini terus berkesinambungan dan menjadi tradisi mulia setiap memasuki bulan suci Ramadan,” ujar Rocky.

Ia juga berpesan kepada para guru untuk senantiasa bersyukur dan tetap bersemangat dalam memberikan dedikasi terbaik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Karimun.

“Teruslah doakan dan berikan yang terbaik untuk anak-anak didik kita, agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” tambahnya.

Ketua PGRI Kabupaten Karimun, Pujo Suryono, menjelaskan bahwa program “PGRI Ramadan Berbagi” lahir dari semangat solidaritas para guru. Dana bantuan tersebut, kata dia, murni berasal dari sumbangan sukarela anggota PGRI.

“Dana paket sembako ini bersumber dari sumbangan sukarela bapak/ibu guru yang menyisihkan dana setara 1 kilogram beras atau sekitar Rp15 ribu. Dana tersebut kemudian kami kelola secara kolektif hingga terkumpul 220 paket sembako,” ungkap Pujo.

Setiap paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok, antara lain beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, mi instan 5 bungkus, serta teh dan kopi masing-masing satu kotak atau bungkus.

Pujo berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi para guru non-ASN menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi ladang amal jariyah bagi para anggota yang telah menyisihkan rezekinya.

“Tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi dan memperkuat rasa berbagi antar sesama pendidik. Mudah-mudahan bantuan yang tidak seberapa ini membawa berkah bagi penerima dan menjadi amal kebaikan bagi yang menyumbang,” pungkasnya. (Sajirun)

Editor: Sarwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *