PLN Batam Lakukan Penjualan Perdana Sertifikat Energi Terbarukan, Dukung Industri Gunakan Listrik Hijau

Batam, Berita12 views

wahanaindonews.com, Batam – PT PLN Batam kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan percepatan pemanfaatan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Langkah strategis ini diwujudkan melalui penjualan perdana Renewable Energy Certificate (REC) kepada PT Volex Indonesia, yang menandai babak baru dalam upaya dekarbonisasi sektor energi di Batam.

Energi bersih yang diatribusikan dalam transaksi ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma milik PLN Batam. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, di mana sektor energi menjadi faktor kunci dalam menurunkan emisi karbon nasional.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditya Surya Danu, mengatakan bahwa penjualan REC pertama ini menjadi catatan sejarah penting bagi PLN Batam.

“Penjualan REC pertama ini adalah bukti nyata peran PLN Batam dalam mendukung agenda transisi energi sekaligus memberi nilai tambah bagi pelanggan kami. Melalui REC, pelanggan dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan tanpa harus berinvestasi langsung dalam pembangunan pembangkit energi terbarukan,” ujar Danu, pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, REC yang dijual tersebut menggunakan Platform I-REC, sistem sertifikasi internasional yang menguasai lebih dari 95 persen pasar REC dunia. Melalui platform ini, PLN Batam memastikan setiap sertifikat energi terbarukan yang diterbitkan memiliki kredibilitas, transparansi, dan verifikasi internasional.

“Hadirnya listrik hijau dari PLN Batam menjadi dukungan nyata kepada industri dalam memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan dengan energi ramah lingkungan. Saat ini, penggunaan energi bersih bukan lagi sekadar tren, melainkan faktor penting dalam menjaga daya saing industri di tingkat global,” tambahnya.

Sementara itu, PT Volex Indonesia menyambut baik kerja sama tersebut. Melalui pembelian REC dari PLN Batam, perusahaan yang merupakan bagian dari jaringan manufaktur global ini dapat mengklaim penggunaan energi bersih dalam operasionalnya di Batam. Langkah ini sejalan dengan komitmen global Volex untuk mengurangi jejak karbon dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok berkelanjutan.

PLN Batam memastikan bahwa transaksi perdana ini menjadi awal dari pengembangan portofolio energi terbarukan yang lebih luas. Ke depan, perusahaan akan memperbesar kapasitas pembangkit EBT dan memperluas penawaran REC kepada pelanggan industri dan korporasi lainnya.

PLTS Tanjung Uma menjadi pilot project sekaligus pintu masuk menuju kolaborasi yang lebih luas dalam penyediaan energi hijau yang terverifikasi secara internasional.

Melalui langkah ini, PLN Batam tidak hanya berperan sebagai penyedia energi yang andal, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi industri dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Batam, Kepulauan Riau, dan Indonesia. (Ros)

Editor: Sar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *