Polda Kepri Catat Penurunan Kecelakaan Hingga 39 Persen Selama Operasi Patuh Seligi

Batam, Berita19 views

wahanaindonews.com, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) secara resmi menutup pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2025 yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Kepri selama 14 hari, mulai dari 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol. Andhika Bayu Adhittama, S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Senin, 28 Juli 2025, menyampaikan pelaksanaan operasi tahun ini menunjukkan capaian positif, khususnya dalam aspek pendidikan masyarakat lalu lintas (preemtif) dan penegakan hukum (represif).

“Pada aspek preemtif, terjadi peningkatan signifikan dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Tahun ini, kegiatan binluh meningkat 176 persen dari 70 kegiatan di 2024 menjadi 193 kegiatan dengan total 628 pengguna jalan yang terlibat langsung. Kegiatan penerangan melalui media juga naik 26 persen, dari 1.573 kali menjadi 1.978 kali. Bahkan, pemasangan media sosialisasi seperti spanduk dan baliho juga naik 32 persen menjadi 3.834 kali,” ujar Kombes Pol. Andhika.

Namun, di bidang preventif, jumlah kegiatan terhadap pengguna jalan menurun sebesar 32 persen, dari 6.628 kali di 2024 menjadi 4.474 kali pada 2025. Meski turun, kegiatan ini tetap menyentuh 7.842 pengguna jalan melalui edukasi langsung maupun tidak langsung.

Penurunan juga tercatat pada aspek penegakan hukum (represif). Jumlah pelanggaran yang ditindak turun dari 4.935 menjadi 3.064 pelanggaran, atau turun sebesar 38 persen. Rincian jenis pelanggaran menunjukkan bahwa pelanggaran oleh pengendara sepeda motor menurun 33 persen, sementara pelanggaran oleh kendaraan roda empat turun 7 persen.

Capaian membanggakan lainnya adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama operasi. “Jumlah kejadian kecelakaan turun dari 23 menjadi 9 kejadian, luka ringan dari 25 menjadi 6 orang, luka berat dari 9 menjadi 5 orang, dan tidak ada korban meninggal dunia. Kerugian materiil pun turun drastis dari Rp19,3 juta menjadi hanya Rp4,65 juta,” jelasnya.

Dirlantas Polda Kepri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung kelancaran operasi. “Penurunan pelanggaran dan kecelakaan ini merupakan hasil dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Ini menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun Operasi Patuh Seligi 2025 telah usai, Ditlantas Polda Kepri akan terus memberikan edukasi, melakukan penegakan hukum secara humanis, serta bersinergi dengan instansi terkait untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar (Kamseltibcarlantas) di Kepulauan Riau.

Polda Kepri juga mengimbau seluruh masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya penting saat operasi berlangsung, tetapi harus menjadi budaya sehari-hari demi keselamatan bersama. (An)

Editor: Sar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *