Wahanaindonews.com, Natuna – Suara gemuruh seperti bunyi suara pesawat dalam hitungan menit menenggelamkan pemungkiman warga Desa Pangkalan Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna hingga rata dengan tanah.
Hal ini disampaikan langsung oleh seorang warga Samsudin (36) desa pangkalan saat menyaksikan secara langsung kejadian longsor, ia menceritakan sebelum kejadian warga desa pangkalan sedang melaksanakan kegiatan gotong royong setelah gotong royong membersihkan sisa sisa banjir diperkarangan rumah.
“Pagi itu masyarakat sekitar bersama kepala desa melaksanakan gotong royong, sekitar pukul 11:00 Wib masyarakat beristirahat usia gotong royong sambil makan kue,” ucapannya saat mengevakuasi korban longsor.
Sambung Samsudin, usai gotong royong ia bersama lima rekanya hendak meninjau rumah salah satu warga yang roboh, dalam perjalanan menuju rumah warga tersebut, terdengar suara gemuruh seperti bunyi pesawat jatuh, dalam hitungan menit tanah dari atas bukit turun langsung meluluh lantahkan puluhan rumah warga sekitar yang berada dibawah lereng bukit hingga rata dengan tanah.
“Belum juga sampai kami ke rumah warga yang mau kami tinjau, suara gemuruh seperti pesawat jatuh berasal dari tanah longsor dengan cepat meratakan rumah warga sekitar bang, termasuk kami berlima dikejar oleh tanah alhamdulillah kami berlima selamat,”paparnya.
Namun sayangnya, masyarakat bersama Kepala Desa pangkalan tidak sempat melarikan diri karena cepatnya tanah yang turun dari atas bukit, hingga kini kepala desa dan puluhan masyarakat pangkalan yang tertimbun belum juga di temukan.
Ia juga mengaku sebagian besar masyarakat yang tertimbun adalah keluarganya termasuk adek dan sepupunya masih belum ditemukan.
Hingga kini proses evakuasi korban yang hilang terus dilakukan oleh tim tanggap darurat bencana longsor di Kecamatan Serasan. (Oki)







