oleh

PH Termohon Pamer Putusan PTUN. Eksekusi 7 Ruko di Bukit Raya Berjalan Mulus

Pekanbaru, wahanaindonews.com Pelaksanaan eksekusi pengosongan 7 unit rumah toko ( Ruko) yang selama ini dikuasai Lindawati cs di Jalan Datuk Setia Maharaja Pekanbaru, oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru, berjalan mulus, Kamis (30/12/2021).

Eksekusi dilaksanakan, atas permohonan Budi Gunawan ke pihak PN Pekanbaru, atas Putusan Perkara Nomor 20/Pdt.G/2011/PN.Pbr. Jo Nomor 52/Pdt/2012/PTR, Jo Nomor 925 K/Pdt/2013, Antara Budi Gunawan dengan Subroto cs.

Kondisi 7 Unit Ruko sebelum dieksekusi di Jalan Setia Maharaja Kelurahan Tangkerang Selatan Kec Bukit Raya Kota Pekanbaru, foto : jun p

Pantauan wahanaidonews.com, disaat Hendri Ruspianto, Juru Sita PN Pekanbaru, mulai membacakan Surat Penetapan  Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru  Nomor 35/Pen.Pdt/Eks-Pts/2015/PN.Pbr tertanggal 29 Juli 2015, Tim Penasegat Hukum Lindawati cs, Erick Sibuea dan Gland Yan Nussy berusaha untuk menghalanginya.

Atas respon Tim Penasehat Hukum Lindawati cs tersebut, Juru Sita PN Pekanbaru kemudian berhenti sejenak dan memberikan kesempatan ke PH Lindawati cs untuk menyampaikan keberatannya.

Waktu yang diberikan Juru Sita tersebut kemudian dimamfaatkan oleh Tim Penasehat Hukum Lindawati cs.

Tim PH beralasan, bahwa Berdasarkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, SHM nomor 1772 atas nama Budi Gunawan tersebut telah dibatalkan.

“Pelaksanaan eksekusi ini harus dihentikan, karena SHM nomor 1772 atas nama Budi Gunawan itu telah dibatalkan oleh PTUN Pekanbaru, yang merupakan alas hak pemohon eksekusi”, ujar Gland dengan suara lantang.

Usai Tim Penasehat Hukum Lindawati cs membacakan hasil putusan PTUN Pekanbaru dan menyampaikan keberatannya, Hendri Ruspianto, Juru Sita PN Pekanbaru tidak menanggapinya.

Hendri justru kembali melanjutkan Pembacaan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru  Nomor 35/Pen.Pdt/Eks-Pts/2015/PN.Pbr tertanggal 29 Juli 2015 tentang pelaksanaan eksekusi pengosongan terghadap objek perkara/sengketa.

Setelah membacakan surat penetapan tersebut, Tim Juru  Sita yang dikomandoi Hendri Ruspianto itu, kemudian memulai pelaksanaan eksekusi yang diawal dengan pengosongan Ruko, dan selanjutnya dirobohkan dengan menggunakan alat berat.

Penyewa: Pemohon Eksekusi Sangat Baik

Masih dari pantauan wahanaindonews.com di lokasi, ketika para pihak yang menyewa dan menghuni ruko disuruh keluar dan mengosongkan ruko, para penyewa tersebut  berusaha menghalangi. Namun perlawanan mereka sia-sia. Karena menurut Pihak PN Pekanbaru mereka itu didalam perkara/sengketa  tidak termasuk para pihak.

Truk angkutan barang yang disediakan Pemohon eksekusi untuk mengangkut Barang-barang Penyewa Ruko, Kamis (30/12/2021). foto : jun p

Meskipun para penyewa ini tidak termasuk para pihak dalam perkara/sengketa, pihak pemohon eksekusi (Budi Gunawan, red) memandang pihak penyewa tersebut adalah korban.

Jadi untuk membantu para penyewa mengeluarkan barang-barang mereka, pihak Pemohon eksekusi, kemudian menyediakan limapuluhan Tenaga Kerja dan puluhan truk gratis untuk  mengangkut barang-barang penyewa.

Atas perlakuan yang baik tersebut, para penyewa pun memuji pihak pemohon eksekusi. Karena menurut mereka pihak pemohon eksekusi sangat familiar memperlakukan mereka. “Pemohon eksekusi ini sungguh baik, bersedia menyediakan tenaga kerja dan angkutan barang untuk mengangkut barang-barang kami”, ujar salah seorang penyewa kepada wahanaindonews.com.

Kondisi 7 unit Ruko yg dieksekusi, Kamis (30/12/2021). foto : jun p

Sekitar Pukul 16.00 WIB, usai dilaksanakan eksekusi dan penghancuran ruko, dilanjutkan kemudian dengan Penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Eksekusi Pengosongan dan Penyerahan atas Eksekusi Nomor 35/Pen.Pdt/Eks-Pts/2015/PN.Pbr, Jo Nomor 20/Pdt.G/2011/PN.Pbr. Jo Nomor 52/Pdt/2012/PTR, Jo Nomor 925 K/Pdt/2013 yang dipimpin Panitera PN Pekanbaru Ahyar Parmika dan Hendri Ruspianto Juru Sita PN Pekanbaru. Pemohon Eksekusi diwakili Renta Simanullang selaku Kuasa Hukum Budi Gunawan, Pihak Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya.

Termohon eksekusi Lindawati cs yang diwakili Kuasa Hukumnya Erick Sibuea dan Gland Yan Nussy, tidak terlihat disaat Panitera PN Pekanbaru memanggilnya. Padahal ketika dipagi hari, disaat eksekusi akan dilaksanakan, kuasa hukum termohon eksekusi tersebut ada.

( jupe )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed