oleh

Bawa Samurai Ancam Pekerja Water Park Dolphin and Jack ? Aspikar: Meski Berdamai, Penyelidikan Tetap Lanjut

Pekanbaru, wahanaindonews.com – Aksi Darmas Silaban yang diduga melakukan pengancaman sambil membawa senjata tajam ke tempat hiburan Water Park Dolphin and Jack Pekanbaru berujung dilaporkan ke Pihak Kepolisian. Darmas jadi Terlapor atas laporan Dheo Aldo Gultom ke Polsek Tampan Polresta Pekanbaru Polda Riau.

Menurut pengakuan Aldo ke wahanaindonews.com, Sabtu (09/10/2021) di tempat hiburan Water Park Dolphin and Jack Pekanbaru, bahwa Darmas melakukan aksi pengancaman sambil membawa senjata tajam itu terjadi kemarin pagi ( hari hari Jumat, 08/10/2021, red ).

Saat itu, ujar Dheo menceritakan, sekitar pukul 10.00 wib, Darmas datang ke Water Park Dolphin and Jack, sambil membawa senjata tajam sejenis samurai, dengan alasan akan membeli makanan. Tempatnya masih di seputaran halaman Water Park.

Melihat kehadiran Darmas dengan maksud beli makanan, namun membawa senjata tajam, Dheo pun kemudian curiga dan penuh tanda tanya. Dan selanjutnya Dheo melarang teman-temannya yang bekerja saat itu untuk tidak melayani Darmas dan kemudian Dheo bertanya kepada Darmas. Mengapa kalau mau beli makanan Darmas datang sambil membawa dan pamer samurai?. Namun, Dheo tidak mendapat jawaban yang jelas.

Karena tidak dilayani, kata Dheo, kemudian Darmas beralasan mau beli tiket dan mau masuk kedalam Water Park Dolphin and Jack untuk berenang. Lagi-lagi Dheo yang sudah curiga itu kemudian menghubungi bagian penjualan tiket, untuk tidak melayani Darmas. Karena Manajeman Water Park Dolphin and Jack sudah membuat larangan, tidak boleh membawa senjata tajam ke dalam Water Park Dolphin and Jack.

Karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan Darmas, kemudian Darmas membuka samurai dari sarungnya sambil berkata bahwa matanya sudah mulai sehat dan akan bekerja. Kemudian sambil melangkah ke arah halaman parkiran Water Park Dolphin and Jack dan selanjutnya memotong rumput dengan samurai yang dibawanya.

Melihat kelakuan Darmas memotong rumput pakai samurai di halaman Water Park Dolphin and Jack, Dheo pun kemudian mendekatinya dan bertanya kepada Darmas. Dengan pertanyaan “Siapa menyuruh bapak bekerja dan memotong rumput ini”.

Namun sayang, ketika Dheo bertanya pertanyaan seperti itu, Darmas kemudian marah-marah sambil mengeluarkan ucapan-ucapan makian dengan bahasa daerah sambil mengangkat samurai yang dibawanya kepada Dheo.

Mendapat respon seperti itu, Dheo pun kemudian meninggalkan Darmas dan masuk ke dalam Water Park Dolphin and Jack serta tidak terima diperlakukan seperti itu dan selanjutnya pada hari itu juga Dheo melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tampan Polresta Pekanbaru Polda Riau.

Darmas Bukan Karyawan Dolphin and Jack

Sementara Roni Sitanggang kepada wahanaindonews.com (09/10/2021) yang didampingi Stefanus, masing-masing pekerja di Water Park Dolphin and Jack, bahwa Darmas Silaban itu, tidak pernah terdaftar dan berstatus karyawan di Water Park Dolphin and Jack.

Menurut Roni, Darmas Silaban berada di kawasan Water Park Dolphin and Jack, ketika lahan tempat dibangunnya Water Park Dolphin and Jack masih belum dibangun, yakni sekitar 2 tahun yang lalu. Status Darmas saat itu ujar Roni, hanya sebatas tinggal dan menjaga lahan kosong serta mempembersihkan lahan kosong, tidak ada ikatan.

Roni mengakui, sejak lahan kosong yang dijaga Darmas ini, mulai dibangun dan ada peran Gultom ( orang tua Dheo Aldo Gultom, red) sikap Darmas kepada Gultom bersaudara sudah tidak bersahabat.

“Dari dulu sejak Gultom masuk ditambah dengan masuknya Gultom bersuudara, Darmas sudah tidak suka dan terlihat tidak senang makanya tidak bersahabat. Mungkin ada kaitannya dengan itu, makanya Darmas melakukan pengancaman kepada kami, ujar Roni yang diamini oleh Stefanus.

Berawal dari tidak bersahabat inilah, Dheo dan keluarga Gultom lainnya merasa ketakutan dan untuk mengantisipasinya, agar tidak terjadi tindak pidana lain dikemudian hari dari Darmas Silaban, Dheo pun kemudian melapotkannya ke Polsek Tampan.

Stefanus menambahkan, ketika terjadi pengancaman dan pamer samurai dari Darmas Silaban, tak lama kemudian Intel Polsek Tampan sudah berada di TKP dan selanjutnya mengamankan Darmas Silaban dan samurai yang dibawanya ke Polsek Tampan.

Penyelidikan Lanjut, Meski Sudah Berdamai

Ketika informasi adanya kejadian pengancaman dan membawa senjata tajam di Water Park Dolphin and Jack ini dikonfirmasi ke Kombes Dr Pria Budi Kapolresta Pekanbaru, Kapolsek Tampan AKP I Komang Aswatama, melalui Kanit Reskrim Polsek Tampan Iptu Aspikar pun membenarkannya.

Kepada wahanaindonews.com, (09/10/2021), Aspikar mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Tampan. Dheo Aldo Gultom sebagai pelapor dan Darmas Silaban sebagai Terlapor.

Katanya, latar belakang adanya pengancaman itu terjadi berawal dari masalah hubungan antara Darmas Silaban dengan Pemilik Lahan dan Water Park Dolphin and Jack Pekanbaru.

Menurut informasi yang diterimanya, status Darmas Silaban itu hanya sebatas penjaga lahan, tidak ada ikatan tertulis antara pemilik lahan dengan yang menjaga.

Oleh pemilik lahan yang dijaga Darmas Silaban itu kemudian dibangunlah tempat hiburan Water Park Dolphin and Jack.

Kemudian, ujaf Aspikar lagi, ketika Darmas memotong rumput terjadilah kecelakaan ssndiri. Sehingga mata Darmas Silaban kesakitan. Melihat orang yang menjaga lahannya seperti itu, pemilik lahan kemudian membantu Darmas untuk berobat.

Untuk meringankan beban Darmas, Pemilik lahan kemudian berinisiatif membantu Darmas dengan mendaftarkan Darmas masuk BPJS Kesehatan. Meskipun Darmas Silaban itu tidak pernah terdaftar sama sekali sebagai karyawan di semua lini usaha milik dari pemilik lahan.

Mendapat perlakuan seperti itu, Darmas merasa dirinya adalah karyawan atau buruh dari pemilik Water Park Dolphin and Jack. Dan selanjutnya menuntut haknya.

Dan untuk mendapatkan haknya, Darmas Silaban pun kemudian menggunakan jasa pihak ketiga ( maksudnya Pengacara, red), Atas tindakan Darmas ini, pemilik Water Park Dolphin and Jack pun tidak terima.

Menurut Aspikar, hal itulah yang memicu Darmas Silaban datang ke Water Park Dolphin and Jack, sehingga terjadilah dugaan adanya tindak pidana pengancaman dengan membawa-bawa senjata tajam terhadap Dheo Aldo Gultom tersebut.

Sehubungan dengan laporan Dheo Aldo Gultom, Polsek Tampan yang sebelumnya telah menerbitkan Tanda Bukti Lapor. Dan STPL awalnya diberikan kepada Pelapor. Kemudian STPL tersebut diminta lagi oleh Polsek dari Pelapor, karena Pihak Pelapor dan Terlapor dihadapan Kapolsek Tampan Pekanbaru sudah berdamai. Dan Terlapor juga telah berjanji kepada Pelapor tidak akan mengulangi tindakan yang sama.

Sementara, ketika wahanaindonews.com bertanya kepada Aspikar selaku Penyidik dan Kanit Reskrim Polsek Tampan, bagaimana kelanjutan atas laporan Polisi tentang Tindak Pidana Pengancaman dengan membawa senjata tajam Darmas Silaban kepada Dheo Aldo Gultom tersebut. Aspikar mengatakan meskipun telah berdamai, Proses Penyelidikan tentang tindak pidana itu tetap akan dilanjutkan oleh pihak Polsek Tampan.

Aspikar mengatakan, bahwa Pihaknya tidak menahan Terlapor Darmas Silaban, karena Pihak Pelapor dan Terlapor telah berdamai. (jupe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed